Hizbut Tahrir Menulis Kepada Masjid-masjid di Inggris Menyusul Adanya Upaya Pemerintah Untuk Menekan Para Imam

Dr Abdul Wahid, Ketua Komite Eksekutif Hizbut Tahrir Inggris, akan menulis surat kepada para Imam dan Masjid di Inggris pada pekan ini. Hal ini menyusul adanya surat intimidasi yang dikeluarkan oleh Eric Pickles atas nama pemerintah, di mana dia berusaha untuk menempatkan tanggung jawab – atas tindak kekerasan seperti yang terjadi di Paris – kepada Islam dan seluruh komunitas Muslim.


Dalam surat tersebut, Dr Abdul Wahid meminta para Imam untuk melawan tekanan yang akan mereformasi atau menjadikan Islam versi “Inggris” yakni Islam yang dapat ‘menyenangkan’ pemerintah, tapi mengabaikan ajaran Islam itu sendiri. Dia meminta para imam untuk memainkan peran penting dalam membimbing masyarakat dan tidak menyerah kepada rasa takut akan dicap “ekstrimis” dan dia bertanya, “jika orang-orang yang memiliki pengetahuan agama ini tidak mengajarkan umat, lalu siapa lagi?”


Dia menyatakan lebih jauh: “Kaum muslim yang tinggal di Inggris memiliki pilihan yang sama seperti yang ditawarkan oleh suku Quraisy kepada Rasulullah (SAW). Yakni apakah mengadopsi nilai-nilai Cameron dan Pickles dan tinggal diam dengan kemunkaran di sekitar kita sehingga mereka akan senang dan mungkin akan memberikan penghargaan, atau berbicara dengan tegas untuk membela kebenaran dan nilai-nilai Islam. ”


Surat ini sudah dikirim kepada para Imam di seluruh Inggris dalam minggu ini sebelum Shalat Jumat .


Berikut isi suratnya.


Bismillahi Arrahman Arrahim


Kepada Yang Terhormat: Para Imam, Khatib, Guru Agama dan Anggota Komite Masjid


Assaalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh


Allah (SWT) berfirman:


يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله وقولوا قولا سديدا يصلح لكم أعمالكم


ويغفر لكم ذنوبكم ومن يطع الله ورسوله قد فاز فوزا عظيما


Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu, Dan barang siapa mentaati Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. (QS : Al Ahzab: 33: 70-71)


Anggota parlemen Eric Pickles baru-baru ini menulis kepada masjid-masjid dan tokoh-tokoh masyarakat untuk mengatakan kepada anda tentang apa yang disebutnya sebagai “Islam Inggris.” Dia mengatakan “Perlu meletakkan secara lebih jelas dari sebelumnya apa artinya menjadi orang Muslim Inggris pada hari ini: Bangga dengan agama anda dan bangga dengan negara Anda. Dia bahkan mengklaim bahwa “nilai-nilai Inggris adalah nilai-nilai Islam.”


Segera setelah orang-orang mulai mengkritik surat itu, Perdana Menteri David Cameron mencoba membungkam mereka dengan mengatakan “siapa saja yang memiliki masalah dengan hal ini, berarti memang benar-benar bermasalah.”


Kita semua telah melihat peperangan di mana Inggris dan sekutunya telah membunuh ribuan umat Islam. Dan kita telah melihat bahwa hukum yang mereka katakan adalah untuk melawan ‘terorisme’ telah digunakan untuk melarang orang untuk menulis puisi tentang perang atau melakukan browsing website.


Ketika para politisi ini mengatakan kepada kaum Muslim bahwa kita harus mengadopsi nilai-nilai Inggris untuk menjadi ‘Muslim Inggris’, artinya setiap kali Islam bertentangan dengan kebijakan Cameron, kaum Muslim di Inggris diminta mengesampingkan ajaran-ajaran Nabi Muhammad (SAW) lalu tunduk pada kehendak para politisi itu.


Jadi, bukannya mengeluh dan berkampanye dengan cara yang sah tentang kebijakan luar negeri dan dalam negeri Inggris yang merugikan umat Islam atau menentang Islam, umat Islam malah diminta mendukung perang atau hukum yang merugikan umat Muhammad (SAW).


Dalam suratnya, dia mengatakan umat Islam harus memilih ‘kebebasan berbicara’ sebagai nilai fundamental. Hal ini tidak berarti berbicara untuk meminta pertanggungjawaban para penguasa politik, dimana syariat ditegakkan untuk kita 1400 tahun yang lalu. Sebaliknya, hal ini berarti kebebasan berbicara yang memungkinkan para penulis dan kartunis untuk menghina Allah (SWT) dan Nabi kita tercinta Muhammad (SAW).


Ini adalah ‘kebebasan berbicara’ mereka – untuk menghina hal yang sakral – dan untuk membungkam kaum Muslim untuk berbicara tentang Irak, Palestina, Afghanistan dan hukum-hukum di Inggris yang menargetkan Kaum Muslim.


Saudara-saudara Yang Terhormat!


Saya sadar bahwa ketika umat Islam mengajarkan orang untuk jujur tentang hal-hal tertentu yang penting dalam Islam – seperti syariah, Khilafah, Jihad atau hubungan antara pria dan wanita – orang takut mereka mungkin akan dicap sebagai ‘ekstrimis’ dengan kebijakan pencegahan pemerintah.


Tetapi jika orang-orang yang memiliki pengetahuan agama ini tidak mengajarkan umat, maka siapa lagi?


Jika mereka mengajarkan sebagaimana yang diinginkan pemerintah, mereka akan menyesatkan umat, dan akan berbohong tentang hukum Allah dan Sunnah Rasul-Nya (SAW).


Jika Anda tidak berbicara tentang masalah ini, umat Islam (terutama kaum muda) tidak akan mendapatkan informasi dan dapat tersesat oleh internet atau hanya akan berpikir bahwa Islam tidak memiliki sesuatu yang penting untuk dikatakan mengenai masalah ini.


Kebijakan dari pemerintah sekarang dan pemerintah sebelumnya, seperti kebijakan pencegahan, membungkam kaum Muslim dalam masyarakat kita untuk berbicara tentang hal-hal yang dibicarakan oleh seluruh dunia. Jadi untuk para Imam dan para Guru agama yang kami hormati untuk tidak diam dalam hal yang berbahaya ini, baik di dunia maupun akhirat.


Kaum Muslim yang tinggal di Inggris memiliki pilihan yang mirip dengan apa yang ditawarkan oleh kaum Quraisy untuk Rasulullah (SAW). Kita disuruh untuk mengadopsi nilai-nilai Cameron maupun Prickles dan tinggal diam atas kemunkaran di sekitar kita dan mereka akan senang dan mungkin menawarkan beberapa penghargaan, atau untuk tidak berbicara dengan jelas atas kebenaran dan keadilan. Kaum Quraisy mendekati Abu Thalib dengan mengatakan “kami tidak akan bertoleransi untuk menghina para dewa dan nenek moyang kami. Jangan biarkan fitnah ada di antara kita. Hentikan keponakan Anda! ”


Seperti yang kita tahu Rasulullah (SAW) menjawab “Wahai paman saya! Demi Allah jika mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku agar aku meninggalkan perkara ini (penyampaian risalah), sehingga Allah memenangkannya atau aku binasa , pastilah tidak akan aku meninggalkannya. ”


Ini adalah contoh dari Rasulullah (SAW) yang mutlak diperlukan bagi kita sekarang – tidak meninggalkan Dien ini yang juga memungkinkan untuk merubah menjadi sesuatu yang beliau (SAW) tidak akan mengakuinya pada hari kiamat kelak.


يا أيها الذين آمنوا كونوا قوامين بالقسط شهداء لله ولو على أنفسكم أو الوالدين


والأقربين إن يكن غنيا أو فقيرا فالله أولى بهما فلا تتبعوا الهوى أن تعدلوا


وإن تلووا أو تعرضوا فإن الله كان بما تعملون خبيرا


“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biar pun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya atau pun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.”

[QS : An Nisaa: 135]


Saudaramu


Abdul Wahid


Ketua, Komite Eksekutif

Hizbut Tahrir Inggris


29 Rabi ‘al Awwal 1436/20 Januari 2015


Baca juga :



  1. Pemerintah Asia Tengah Terus Menekan Para Aktivis Hizbut Tahrir

  2. Taji Mustafa (Juru Bicara Hizbut Tahrir Inggris): Pemerintah Inggris Menyerang Kaum Muslim

  3. Upaya Mengaitkan Terorisme kepada Hizbut Tahrir Telah Gagal dan Menjadi Bukti Kebangkrutan Intelektual

  4. Surat Terbuka dari Hizbut Tahrir Kepada Para Ulama Pakistan

  5. Dari Imam Masjid Al-Aqsa … Para Wanita Palestina Menjerit Minta Bantuan, Adakah Mu’tashim?





Like Fanpage kami :

Sunday, January 25, 2015

Post a Comment
close