Indonesia Krisis Literatur Islam


Saat ini buku di Indonesia kebanyakan terjemahan, bukan dari penulis Indonesia yang mampu menulis literatur.



Indonesia Krisis Literatur Islam

Pembina Yayasan Bina Qalam Indonesia, Abdulkadir Baraja.




Hidayatullah.com–Pembina Yayasan Bina Qalam Indonesia, Abdulkadir Baraja mengatakan, saat ini Indonesia krisis literatur-literatur Islam yang merupakan karya penulis asli Indonesia.


“Saat ini di Indonesia kebanyakan adalah penerjemah, bukan penulis yang mampu menulis literatur,” kata Abdulkadir saat memberi sambutan pada Simposium Media Islam Online di Rumah Penulis Bina Qalam Indonesia, Surabaya, Rabu (28/1/2015) pagi.


Untuk itu, kata Abdulkadir, diperlukan program berkesinambungan untuk mencetak penulis dan ulama yang mampu menulis literatur rujukan dunia.


“Kehadiran Bina Qalam ini adalah untuk meningkatkan kemampuan penulis, sekaligus mempublikasikan hasil tulisannya,” jelas mantan aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII) ini.


Abdulkadir melanjutkan, agar mampu menghasilkan karya buku yang bernilai, seseorang harus banyak membaca buku.


Simposium Media Islam Online yang diselenggarakan oleh Yayasan Bina Qalam Indonesia ini berlangsung selama dua hari (28-29/1/2015) . Acara ini dihadiri oleh jurnalis Islam yang mewakili media-media Islam online, seperti dari hidayatullah.com, islampos.com, kiblat.net, arrahmah.com, dakwatuna.com, alhikmah.co, suara-islam.com, fimadani.com, salam-online.com, dakta.com, dan lain sebagainya.*






Like Fanpage kami :

Wednesday, January 28, 2015

Post a Comment
close