Masyarakat Indonesia Sumbang Tiga Ambulans untuk Palestina


Ambulans tersebut memiliki kelengkapan medik berstandar internasional.



Masyarakat Indonesia Sumbang Tiga Ambulans untuk Palestina

Salah satu ambulans bantuan masyarakat Indonesia untuk Palestina.




Hidayatullah.com–Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) merealisasikan bantuan tiga unit ambulans dari masyarakat Indonesia untuk masyarakat Palestina.


Dalam rilis ACT yang diterima hidayatullah.com, Kamis (22/1/2015) sore, perwakilan ACT dan KNRP serta staf KBRI di Mesir dijadwalkan akan mencapai perbatasan Rafah pada pukul 09.00 pagi waktu setempat atau pukul 14.00 WIB, Kamis (22/1/2015). Ambulans bergerak menuju Rafah melalui rute Kairo – Ismailiyah – El Arys, kemudian Rafah.


Sehari sebelumnya, Rabu (21/1/2015) pukul 11.00 waktu setempat, keberangkatan ambulans dari ACT dan KNRP itu dilepas oleh Duta Besar Indonesia untuk Mesir, Nur Fauzi Suwandi, di kantor KBRI Mesir, Kairo.


“Mewakili pemerintah, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam pengadaan unit ambulans untuk warga Gaza, Palestina. Warga Gaza saat ini berada dalam himpitan dan penderitaan yang luar biasa,” ujar Nur Fauzi dalam sambutannya.


Sebagai sesama bangsa, lanjut Nur Fauzi, pemerintah dan rakyat Indonesia akan senantiasa mendukung segala usaha untuk membantu proses kemerdekaan bangsa Palestina dari penjajah Zionis Israel.


“Alhamdulillah pintu Rafah kini kembali dibuka sejak 4 bulan lalu. Kepada para relawan dari Indonesia, saya sampaikan banyak-banyaklah berdoa agar Allah senantiasa memudahkan urusan kita,” lanjut Nur Fauzi.


Menurut informasi terakhir yang disampaikan oleh mitra ACT di Mesir, Basri Dally, di perbatasan Rafah ambulans akan diterima oleh pihak Kementerian Kesehatan Palestina.


Serah-terima ambulans dari Indonesia diwakili oleh Amir Syarifudin, staf Pendidikan Sosial-Budaya KBRI dan wakil NGO Indonesia di Mesir kepada wakil Kementerian Kesehatan Palestina.


Upaya bantuan ambulans dengan kelengkapan medik berstandar internasional ini sesungguhnya sudah diupayakan sejak bulan Oktober tahun 2014 silam. Namun karena ada insiden ledakan bom di Rafah, pemerintah Mesir menutup pintu perbatasan di sana. Walhasil pemberangkatan tertunda selama 4 bulan, dan baru terlaksana awal tahun ini.*






Like Fanpage kami :

Thursday, January 22, 2015

Post a Comment
close