Pakar: Ketidakadilan Global Sebabkan Munculnya Tindakan Ekstremisme

Berita Internasional Update

Keadilan kesejahteraan masyarakat dan kepentingan umum, serta perlindungan hak-hak semua warga negara dan martabat manusia, dapat membantu dalam menyelesaikan masalah ekstremisme di dunia Muslim.




Hidayatullah.com–Ketidakadilan global menyebabkan sebagian umat Islam di seluruh dunia bereaksi dengan kekerasan, yang akhirnya menyebabkan tindakan ekstremisme dan terorisme, kata seorang akademisi Malaysia.


Wakil Ketua International Institute of Advance Islamic Studies Malaysia, Prof. Dr Mohamed Mohamed Azam Adil mengatakan, radikalisme di kalangan umat Islam memang dibesarkan oleh ketidakadilan politik dan sosial.


“Para ekstrimis dipicu oleh ketidakadilan yang dilakukan oleh Barat, pemerintah, dan tentara di negara-negara Muslim,” katanya dalam diskusi tentang “Ekstremisme, Terorisme dan Islam: Menuju Sebuah Pemahaman Persoalan yang Lebih Baik”, diberitakan Bernama, Senin (26/1/2015).


Dia juga mengatakan, Islam sering digambarkan sebagai negatif dan dipandang sepihak sebagai ancaman bagi perdamaian dunia, meskipun faktanya sebagian besar umat Islam mengutuk ekstremisme dan kekerasan.


Mohamed Azam merasa, keadilan kesejahteraan masyarakat dan kepentingan umum, serta perlindungan hak-hak semua warga negara dan martabat manusia, dapat membantu dalam menyelesaikan masalah ekstremisme di dunia Muslim.


Dengan demikian, ia menambahkan, konsep moderasi menjadi bagian penting dalam masyarakat pluralis saat ini, terutama terkait munculnya ekstremisme dan kekerasan oleh individu dan negara-negara di berbagai belahan dunia.


Presiden International Movement for a Just World (JUST) Dr Chandra Muzaffar mengatakan, kekerasan tidak hanya terjadi Suriah, tetapi juga negara-negara lain, termasuk di dunia Arab, dan bahkan Malaysia, untuk melawan rezim sekuler dengan menggunakan isu-isu agama.


Dia mengatakan, tindakan beberapa kelompok, yang mengaku mewakili Islam, tidak selalu mencerminkan agama sesungguhnya. Tapi tak lain merupakan manipulasi yang dilakukan kalangan tertentu dengan mendanai kelompok-kelompok untuk mencoreng nama Islam.


Pengajar di Departemen Internasional dan Studi Strategis Universitas Malaya, Prof Mohamad Abu Bakar mempertanyakan validitas menghubungkan ekstremisme dan terorisme dengan Islam.


“Islam sedang digambarkan oleh Barat sebagai (muara) dari terorisme. Pertanyaannya bagaimana Barat memastikan bahwa semua teroris adalah Muslim?


“Atau orang lain yang mengaku sebagai Muslim?” tanyanya.


Menjalankan Moderasi


Kuasa Usaha Kedutaan Besar Yordania Dr Maen Moh’d Sodki Salem Masadeh mengatakan, semua agama memiliki kelompok-kelompok ekstremis. Namun sebenarnya semua agama melarang pengikutnya membunuh orang tidak bersalah.


“Jika kita melihat Boko Haram (kelompok militan di Nigeria), Taliban dan IS, mereka tidak mewakili Islam. Islam bukanlah tentang membunuh orang… “katanya.


Dia meminta masyarakat Muslim di seluruh dunia menjalankan moderasi untuk menunjukkan ajaran Islam yang benar.


Presiden Asosiasi Muslim China Malaysia, Dr Mustapha Ma menyetujui pandangan Maen Moh’d Sodki Salem Masadeh. Iamengatakan, terminologi “ekstremisme Islam” seharusnya tidak pernah digunakan.


“Agama itu sempurna, yang tidak sempurna adalah sebagian pengikutnya,” tambahnya.*






Like Fanpage kami :

Tuesday, January 27, 2015

Post a Comment
close