Pangeran Nayef Pengobar Perang Melawan Al-Qaidah

Berita Internasional Update

Ia pernah nyaris terbunuh oleh bom bunuh diri yang berdalih ingin menyerahkan diri.



Pangeran Nayef Pengobar Perang Melawan Al-Qaidah

Menteri Dalam Negeri Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Nayef.




Hidayatullah.com–Menteri Dalam Negeri Pangeran Mohammed bin Nayef yang ditunjuk sebagai Putra Mahkota kedua pada tahta Kerajaan Arab Saudi, merupakan pejabat yang mengobarkan perang melawan Al-Qaidah. Tak ayal ia pernah nyaris terbunuh oleh bom bunuh diri.


Ia mempelajari ilmu politik di Amerika Serikat dan memiliki beberapa kursus pelatihan militer, termasuk di bawah naungan CIA, menurut para ahli yang mendalami ihwal keluarga kerajaan.


Pada tahun 1999 ia memperoleh pos pertamanya sebagai ajudan Menteri Dalam Negeri yang dijabat almarhum ayahnya.


Dalam beberapa tahun seiring posisinya yang meningkat di Kementerian Dalam Negeri, memungkinkan ia membangun “jaringan solid”, baik di Arab Saudi atau kawasan regional, untuk memerangi Al-Qaidah, kata seorang ahli Saudi.


Dilaporkan AFP, Jumat (23/1/2015), pemerintah Barat mencatat “keberhasilan” dalam menghadapi jaringan teror global dan Nayef merupakan pihak pertama yang mendeteksi dan mencegah serangan Al-Qaidah, kata ahli.


Reputasinya ini menempatkan dia berada di jalur sasaran tembak Al-Qaidah dan hampir membunuhnya.


Dia selamat dari serangan bunuh diri pada bulan Agustus 2009 ketika pembom berhasil menyusup lingkungan keamanan tempat sang pangeran dan meledakkan bahan peledak.


Pangeran Mohammed hanya menderita luka ringan. Pada kondisi itu tidak ada korban serius, kecuali pelaku bom bunuh diri yang tewas.


Al-Qaidah yang berbasis di Yaman (AQAP) mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.


Ini merupakan serangan pertama kali yang ditujukan kepada pejabat tinggi di Saudi, setelah pada tahun 2004 satu mobil yang membawa bom menabrakkan ke pagar Kementerian Dalam Negeri di Riyadh.


Namun demikian Pangeran Mohammed juga memimpin program merehabilitasi anggota Al-Qaidah yang menyerah atau ditangkap.


Program ini telah dipuji sekaligus dikritik, karena banyak anggota Al-Qaidah yang telah menjalani rehabilitasi bergabung kembali ke AQAP di Yaman.


Pada saat ia diserang, pihak kerajaan menyebutkan pelakunya ingin bertemu Pangeran Mohammed dengan dalih ingin menyerahkan diri.*






Like Fanpage kami :

Friday, January 23, 2015

Post a Comment
close