Paus Fransiskus Berkunjung, Pemerintah Manila Sembunyikan Ratusan Gelandangan

Berita Internasional Update

Hidayatullah.com–Pemerintah Filipina didesak untuk melakukan penyelidikan, setelah mengaku bahwa mereka merelokasi sementara para gelandangan selama Paus Fransiskus berkunjung ke negara itu belum lama ini.


Menteri Kesejahteraan Sosial Corazon Soliman mengatakan, hampir 500 orang gelandangan diciduk dari jalan-jalan di Manila dan dipindahkan ke penampungan di pinggiran ibukota.


Anggota DPR Filipina Terry Ridon menyeru agar dilakukan penyelidikan atas tindakan yang disebutnya sebagai “operasi pembersihan” itu.


Paus Fransiskus berkunjung ke Filipina pekan lalu dan menuntaskan lawatannya pada hari Senin (19/1/2015).


Ridon mengatakan tindakan pemerintah itu “sangat buruk karena Paus datang ke negara kita –pertama dan paling utama– untuk bertemu dan berbicara dengan orang-orang miskin.”


The Philipine Star mengabarkan bahwa Ridon akan memanggil Soliman ke parlemen untuk menjelaskan tindakan kementerian yang dipimpinnya itu kepada para wakil rakyat, lansir BBC Jumat (23/1/2015).


Dalam wawancara pekan lalu Soliman mengatakan bahwa keluarga-keluarga gelandangan tak lama menjelang kedatangan Paus Fransiskus pada 15 Januari dipindahkan ke tempat sementara.


Kebanyakan gelandangan itu hidup berkeliaran di sekitar tepian pantai Manila Bay, tempat digelarnya peribadatan misa Minggu oleh Paus yang mendatangkan sekitar 6 juta umat Katolik Filipina.


Menurut Soliman, pada 14 Januari para gelandangan itu dipindah ke Chateau Royale, sebuah resor bertarif ratusan dolar semalam, lalu dikembalikan ke ibukota pada hari Senin setelah Paus meninggalkan negara itu.


Keluarga gelandangan tersebut saat ini untuk sementara menempati sebuah fasilitas milik pemerintah Manila, jelas Soliman.


Menteri wanita itu membela tindakan tersebut sebagai upaya untuk melindungi para gelandangan dari kerumunan massa yang sangat besar dan sindikat kriminal selama kunjungan Paus. Selain itu, tindakan tersebut merupakan bagian dari rencana untuk memberikan gelandangan tempat tinggal sementara gratis.


Wanita itu bersikukuh mengatakan tindakan tersebut tidak bermaksud untuk menyembunyikan mereka dari muka publik, seraya menambahkan bahwa dia melihat sendiri Paus masih bisa memberikan pemberkatan kepada orang-orang gelandangan selama kunjungannya.


Kontroversi masalah itu timbul setelah muncul laporan yang mengatakan bahwa anak-anak jalanan ditangkapi dan dijebloskan ke dalam sel di pusat detensi. Sebuah tudingan yang dibantah oleh pemerintah.


Masalah kemiskinan menjadi tema utama kunjungan Paus Fransiskus ke Manila, di mana dia mengajak umat Katolik agar memberikan perhatian kepada orang miskin dan memeluk anak-anak jalanan.*





Like Fanpage kami :

Saturday, January 24, 2015

Post a Comment
close