Tim Pencari Fakta PBB Kunjungi Warga Palestina di Yordania Perihal Agresi Zionis

Berita Internasional Update

Hidayatullah.com–Komisi independen Perserikatan Bangsa-Bangsa yang bertugas menyelidiki agresi militer Zionis ke Jalur Gaza pada 2014 hari Selasa (20/1/2015) mengumumkan bahwa mereka melakukan pertemuan di Amman, Yordania, dengan para saksi warga Palestina.


Dalam pernyataannya yang dikirm lewat surat elektronik kepada The Jordan Times, komisi itu mengatakan bahwa kunjungan baru-baru ini ke Amman adalah yang kedua. Selama kunjungan, komisi melakukan pertemuan tertutup dengan beberapa saksi dari Gaza yang dipilih secara acak.


Dalam melaksanakan tugasnya komisi itu telah berbicara dengan banyak korban dan saksi asal Jalur Gaza, Tepi Barat termasuk Al-Quds Timur (Yerusalem Timur) dan Israel. Di pekan-pekan mendatang komisi berharap akan mendengar lebih banyak kesaksian.


Lembaga bentukan PBB itu mengatakan, selama kunjungan banyak korban dan saksi mengatakan bahwa mereka “sangat trauma” dengan kejadian yang dialaminya.


Tim pencari fakta itu dibentuk setelah Dewan HAM PBB mengeluarkan resolusi tanggal 23 Juli 2014 yang menyeru agar “hukum internasional dihormati di Wilayah Palestina yang Terjajah.”


Menyusul resolusi itu, Dewan HAM PBB meminta agar sebuah komisi internasional dikirim guna menyelidiki semua pelanggaran atas hukum kemanusiaan internasional dan hukum HAM internasional di wilayah Palestina termasuk di Al-Quds Timur dan Jalur Gaza, dalam konteks operasi militer Zionis sejak 13 Juni 2014, baik tentang kondisi sebelum, selama, maupun sesudah pelanggaran itu terjadi beserta kondisi yang mendorong pelanggaran itu terjadi, termasuk mencari tahu siapa pelakunya. Tim pencari fakta itu harus memberikan rekomendasi kepada PBB tentang apa tindakan yang harus dilakukan agar para pelaku tidak melenggang bebas dari jerat hukum.


Di antara anggota tim pencari fakta itu ada Mary McGowan Davis, wanita yang pernah bekerja sebagai jaksa dan hakim tinggi di New York, serta Doudou Diene dari Senegal mantan pelapor khusus PBB dalam bidang rasisme, diskriminasi rasial, xenophobia dan intoleransi tahun 2002-2008.*





Like Fanpage kami :

Wednesday, January 21, 2015

Post a Comment
close