Bahaya Fast Food


Saat mahasiswa dulu saya mengira bahwa makan di restoran fast food itu bergengsi. Apabila ada rezeki lebih, bentuk syukur saya dan beberapa teman saya adalah makan di restoran fast food. Makan di tempat itu serasa naik kelas. Keyakinan ini berlangsung hingga saya berkeluarga.


Namun setelah saya banyak bergaul dengan para dokter dan ahli kesehatan, keyakinan itu memudar. Ternyata makanan yang disajikan restoran fast food banyak yang tidak sehat dan membahayakan tubuh. Saya tidak mau termasuk orang yang sakit-sakitan alias kurang sehat. Maka saat ini, saya sangat jarang makan di restoran fast food.


Ngomong-ng0mong soal fast food, dikisahkan, seorang trainer baru saja menikahi seorang wanita dari pedesaan. Selain karena cinta, ia ingin membuktikan bahwa ia berhasil membina istrinya dengan sangat baik. Istrinya ini sangat ndeso, hanya tamat SD dan tidak pernah pergi ke kota serta jarang bergaul. Sang trainer sangat yakin dengan “sentuhan” ilmunya sang istri akan menjadi wanita hebat.


Beberapa hari setelah menikah, sang suami memulai program pembinaan kepada istri. Diajaklah sang istri ke salah satu restoran fast food dengan tujuan agar terbiasa makan makanan mancanegara dan kepercayaan diri sang istri terus bersemi. Sang istri agak grogi, apalagi setelah melihat daftar harga ayam goreng yang tertera di restoran itu.


Namun, untuk membahagiakan suaminya, dia pendam kegalauannya itu. Ia menggandeng tangan suaminya yang ikut antrian. Begitu tiba di depan meja antrian, sang petugas yang sangat cantik bertanya, “Paket yang mana mas? Mau dada atau paha mas?”


Mendengar pertanyaan itu, sang istri langsung menangis dan menarik suami keluar restoran. Dan di luar restoran ia marah kepada suaminya, “Ternyata kamu jahat ya, ke sini kamu cuma mau pamer bahwa banyak yang suka sama kamu. Di depan saya saja, petugas wanita itu sudah berani menawarkan mau dada atau paha. Apa yang terjadi kalau saya gak ikut? Kamu memang play boy, mas.”


Salam SuksesMulia!


Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook





Like Fanpage kami :

Thursday, February 12, 2015

Post a Comment
close