Bohong Soal Pengalaman Ditembak di Iraq, Penyiar Terpopuler NBC Amerika Dinonaktifkan

Berita Internasional Update

Penyiar televisi NBC yang paling banyak ditonton pemirsa di Amerika itu kerap membicarakan soal pengalamannya ditembaki saat naik helikopter di Iraq.




Hidayatullah.com–Seorang penyiar televisi terkemuka di Amerika Serikat, Brian Williams, dinonaktifkan selama 6 bulan oleh NBC karena berbohong soal pengalamannya ditembak saat berada di Iraq.


Lembaga penyiaran swasta Amerika itu mengatakan, Williams dibebastugaskan selama 6 bulan tanpa bayaran atas tindakannya yang “tidak dapat dimaklumi” tersebut.


Williams, penyiar televisi yang paling banyak ditonton pemirsa di Amerika, kerap membicarakan soal pengalamannya ditembaki saat naik helikopter di Iraq.


Namun, para veteran perang Iraq menyangkal cerita Williams itu.


Setelah ketahuan bahwa Williams jelas-jelas berbohong, penyiar TV paling populer itu pekan lalu meminta maaf di layar televisi atas kesalahannya, yang disebutnya terjadi karena “kabut dalam ingatannya”.


“Saya keliru dalam mengingat-ingat kembali kejadian 12 tahun lalu,” kata Williams beralasan.


“Saya ingin meminta maaf. Saya mengatakan saya bepergian dengan sebuah pesawat terbang yang dihantam oleh tembakan RPG (granat berpendorong roket). Padahal saya berada di pesawat terbang di belakangnya,” kata Williams dikutip BBC Rabu (11/2/2015).


Presiden NBC News Deborah Turness mengatakan, Williams mengabarkan hal yang tidak benar tentang kejadian dari perang Iraq. Dan cerita itu telah disampaikan Williams dalam beberapa kali kesempatan berbeda.


“Ini adalah (perbuatan) salah dan sama sekali tidak pantas bagi seseorang yang berada di posisi Brian,” kata Turness mengomentari tentang cerita bohong yang disampaikan anak buahnya itu di layar TV.


Williams meminta maaf setelah beberapa veteran perang Iraq yang berada di atas helikopter yang ditembak RPG itu membantah cerita versi penyiar berita NBC tersebut.


Salah seorang dari veteran itu, Flight Engineer Lance Reynolds menulis, “Sorry Bung. Saya tidak ingat kalau kamu ada di atas kapal terbang saya. Saya ingat betul kamu berjalan menghampiri sekitar satu jam setelah kami mendarat untuk bertanya kepada saya tentang apa yang telah terjadi.”


Hari Selasa (10/2/2015), CEO NBC Universal Steve Burke dalam pernyataannya mengatakan Williams “telah mempertaruhkan kepercayaan yang telah diberikan jutaan orang Amerika kepada NBC News.”


Burke menegaskan bahwa Williams pantas untuk diberi sanksi berat berupa pembebasan sementara dirinya dari pekerjaannya sebagai penyiar.


NBC mengatakan sedang mengkaji tentang kasus kebohongan Williams tersebut.


Reporter BBC di Washington Rajini Vaidyanthan mengatakan bahwa kredibilitas Williams sudah rusak parah dan beredar spekulasi tentang apakah penyiar paling populer di Amerika itu bakal kembali tampil di layar kaca.


Pertanyaan lain juga muncul tentang Williams saat meliput bencana alam badai Katrina 2005, di mana seorang petugas kesehatan membantah pengakuan Williams yang menyatakan dirinya terkena disentri setelah meliput peristiwa itu.*






Like Fanpage kami :

Wednesday, February 11, 2015

Post a Comment
close