Da’i Papua Himbau Remaja Jauhi Budaya Valentine’s Day yang Menyesatkan


Pemerintah bisa membuat peraturan larangan perayaan Valentine’s



Da’i Papua Himbau Remaja Jauhi Budaya Valentine’s Day yang Menyesatkan

Da'i Papua Ustad Fadhlan Garamathan




Hidayatullah.com- Da’i Papua Ustad Fadhlan Garamathan mengatakan jika remaja muslim harus menghindari dan menjauhi yang namanya Valentine’s Day, sebab budaya itu menyesatkan.


“Pelakunya seperti orang yang terpenjara dan tidak dijamin masuk surga lalu memaksa manusia untuk mengikuti,” kata Fadhlan kepada hidayatullah.com usai acara penutupan KUII Ke-VI di Hotel Inna Garuda Yogyakarta, Rabu (11/02/2015) siang.


Dalam Islam sendiri, menurut Fadhlan sudah ada petunjuk yang jelas dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan Rasul-Nya. Tak ada petunjuk yang sempurna kecuali hanya syari’at Islam.


“Remaja muslim itu dibohongi dengan budaya Valentine’s Day. Apa dan siapa Valentine’s itu? Ngga jelas dan ngga ada jaminannya,” tegas Fadhlan yang juga Pimpinan Al-Fatih Kaffah Nusantara.


Fadhlan menyampaikan justru umat Islam seharusnya menjadikan Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wa Salam sebagai idola, tidak hanya sekadar sebagai simbolis saja tetapi juga pengamalan.


“Semua yang dilakukan Rasulullah perlu diterjemahkan oleh umat Islam dengan sikap dalam kehidupan sehari-hari,” paparnya.


Sementara itu, Fadhlan menuturkan jika pemerintah juga berkewajiban menempatkan proposionalitas kepada umat Islam yang mayoritas.


Selain itu, lanjutnya, bila perlu pemerintah bisa membuat sebuah peraturan larangan perayaan Valentine’s Day karena budaya tersebut tidak sejalan dengan akidah.


“Ahmadiyah saja dilarang yang sama saja dengan budaya itu,” tutup Fadhlan.*






Like Fanpage kami :

Thursday, February 12, 2015

Post a Comment
close