Dewan Kerjasama Teluk Minta Penyelesaian Krisis Yaman Secara Militer

image

RIYADH, muslimdaily.net - Para Menteri luar negeri negara-negara Dewan Kerjasama Teluk (GCC) meminta Dewan Keamanan PBB agar mengizinkan kekuatan militer ke Yaman untuk menyelesaikan krisis politik yang sedang dihadapi negeri yang kini sedang dikuasai oleh milisi Syiah Hutsi sejak bulan lalu itu.


Permintaan itu muncul di sela-sela rapat darurat Dewan Kerjasama Teluk di ibu kota Saudi, Riyadh. Dewan Kerjasama Teluk meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengeluarkan keputusan yang merujuk kepada bab ketujuh piagam PBB berupa kewenangan penggunaan militer atau mengenakan sangsi ekonomi terhadap Yaman. Seperti dilansir portal rassd.com, Ahad (15/2).


Dewan Keamanan Teluk menyebut bahwa apa yang terjadi di Yaman adalah tindakan kudeta.


Pada perkembangannya, negara-negara Arab dan Barat yang sudah menutup kedutaan mereka di Sanaa sudah mencapai 14 negara, lima diantaranya adalah negara Teluk dan negara-negara Barat seperti Amerika Serikat, Perancis, Inggris dan Belanda.


Pada minggu lalu Dewan Kerjasama Teluk mengutuk tindakan kudeta yang dilakukan oleh kelompok bersenjata Hutsi dan pembubaran Parlemen di Yaman. Dewan Juga menambahkan bahwa kudeta yang dilakukan kelompok bersenjata syiah Hutsi ini adalah eskalasi yang sangat berbahaya dan kami menolaknya dan sama sekali tidak bisa menerimanya. “Ini benar-benar tidak sesuai dengan semangat pluralisme dan koeksistensi yang selama ini berlaku di Yaman”.


Sebelumnya milisi Syiah Hutsi bersenjata mengumumkan pembubaran parlemen dan membentuk semacam dewan kepresidenan sehingga Presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi terpaksa undur pada Januari lalu.





Like Fanpage kami :

Monday, February 16, 2015

Post a Comment
close