Erdogan Mengaku Terisolasi di Kancah Politik Dunia

Berita Internasional Update

"Saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan Obama ketika dia pertama kali berkuasa," kata Erdogan.




Hidayatullah.com–Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk pertama kalinya mengaku jika dirinya merasa secara politik terisolasi dari dunia dan menurutnya para pemimpin lain “iri” kepadanya karena dirinya bisa bebas menyuarakan pendapatnya.


Berbicara kepada sekelompok jurnalis usai lawatannya ke Amerika Latin, Erdogan mengatakan, menjadi orang yang “bicara blak-blakan” ketika mendiskusikan isu-isu regional menjadikan dirinya sebagai target kritik, lansir Al-Arabiya dari laporan kantor berita Cihan Senin (16/2/2015).


Namun, kata Erdogan, hal itu tidak menjadi masalah selama rakyat Turki memberikan dukungannya.


“Saya tidak peduli jika sendirian di mata dunia. Yang penting adalah bagaimana rakyat memandang saya. Kita melihat [bagaimana orang melihat Erdogan] selama pemilu presiden, yaitu bahwa rakyat berada di sisi saya,” kata Erdogan, seraya menambahkan perasaan terisolasi itu tidak ada, terlebih jika rakyat di negara lain [yang turut mendukungnya] ikut dihitung.


“Mungkin isolasi itu ada di tingkat para pemimpin, namun hal itu tidak lebih dari sekedar rasa iri,” kata Erdogan.


Presiden Turki itu memberikan hubungannya dengan Presiden AS Barack Obama sebagai contoh dari isolasi politik yang dimaksudnya. Dia mengenang bagaimana hubungannya Obama “begitu baik pada awalnya” tetapi kemudian berubah.


“Saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan Obama ketika dia pertama kali berkuasa. Kami bahkan dijamu di Gedung Putih sebagai keluarga. Kami menggelar pertemuan empat mata. Setelah semua pembicaraan itu, kami melihat hal-hal mulai berkembang ke arah yang berbeda, yang mana hal itu tidak dapat saya pahami,” kata Erdogan.


Baru-baru ini Erdogan secara terbuka mengkritik Obama yang tidak bersuara menanggapi penembakan 3 mahasiswa Muslim di North Carolina pekan lalu.


Ketika ditanya apakah pernyataannya terhadap Obama terlalu keras, Erdogan menjawab, “Saya tidak tahu apakah kamu menganggap pernyataan saya keras atau lunak. Tetapi hal semacam itu tidak dapat diterima. Kami tidak akan tinggal diam jika insiden semacam itu terjadi di negara kami. Hal ini menjadi syarat bagi keitraan strategis.”


Erdogan juga tidak jarang mengkritik pelengseran Muhammad Mursy dari kursi presiden sebagai kudeta oleh Al-Sisi.


“Jika Anda bicara terus terang tentang isu-isu ini Anda akan ditinggal sendirian, tetapi tidak di mata rakyat,” ujaranya.*






Like Fanpage kami :

Tuesday, February 17, 2015

Post a Comment
close