Ikuti Amerika, Prancis Desak Warganya Tinggalkan Yaman

Berita Internasional Update

Langkah Prancis menyusul aksi serupa oleh Inggris dan Amerika Serikat, yang telah menarik duta besar mereka seiring peningkatan krisis keamanan di negara itu



Ikuti Amerika, Prancis Desak Warganya Tinggalkan Yaman

rtr


Houthi menembak ke udara saat mengejar pengunjuk rasa anti Houthi di kota Houdieda, Laut Merah, Yaman, Sabtu (24/1).




Hidayatullah.com–Prancis, Rabu, menyeru 100 atau lebih warga negaranya untuk meninggalkan Yaman dan mengatakan akan segera menutup kedutaan besarnya terkait peningkatan kekhawatiran keamanan di negara itu.


“Mengingat perkembangan politik terakhir dan untuk alasan keamanan, kedutaan besar meminta Anda untuk meninggalkan Yaman sementara, secepat mungkin, dengan mengambil penerbangan komersial sesuai kenyamanan Anda,” kata Kedutaan Besar Prancis di Sanaa.


“Kedutaan ini akan ditutup sementara dan sampai pemberitahuan lebih lanjut, mulai dari 13 Februari 2015,” tambah misi perwakilan itu di lamannya.


Langkah Prancis menyusul aksi serupa oleh Inggris dan Amerika Serikat, yang telah menarik duta besar mereka seiring peningkatan krisis keamanan di negara itu.


Yaman telah gagal untuk mencapai stabilitas sejak Presiden Ali Abdullah Saleh mengundurkan diri pada awal 2012 setelah selama setahun menghadapi pemberontakan Syiah Al Hautsi (Al-Houthi).


Negara itu berjuang mengatasi pemberontakan Al Qaidah dan menghadapi gerakan pemberontak Syiah Hautsi di selatan, demikian AFP.


Aksi Syiah


Sebelumnya, kelompok bersenjata dari pemberontak Syiah Hautsi di ibukota Yaman, Sanaa, menguasai kendaraan-kendaraan milik Kedutaan Amerika Serikat, setelah duta besar dan para diplomatnya meninggalkan negara itu hari Rabu (11/2/2015), kata staf lokal kedutaan kepada Reuters.


Para staf lokal kantor Kedubes AS itu mengatakan bahwa kendaraan yang dirampas pemberontak Syiah jumlahnya lebih dari 20. [Baca: Pemberontak Syiah Yaman Kuasai Puluhan Kendaraan Kedubes Amerika]


Amerika Serikat, Inggris dan Prancis telah menutup kantor kedutaan mereka dan mengevakuasi para stafnya, menyusul memburuknya situasi keamanan di Yaman setelah para pemberontak Syiah menguasai gedung pemerintah serta menjadikan Presiden


Abdu Rabbuh Mansour Hadi beserta menteri kabinetnya sebagai tahanan rumah sejak pekan lalu.*






Like Fanpage kami :

Thursday, February 12, 2015

Post a Comment
close