Inggris Habiskan Rp192 Milyar Cuma untuk “Tongkrongin” Julian Assange di Kedubes Ekuador

Berita Internasional Update
Inggris Habiskan Rp192 Milyar Cuma untuk “Tongkrongin” Julian Assange di Kedubes Ekuador

Polisi Inggris berjaga-jaga ketika Julian Assange memberikan pernyataan pers dari gedung Kedubes Ekuador.




Hidayatullah.com–Scotland Yard, markas kepolisian metropolitan London, telah menghabiskan dana sekitar 10 juta poundsterling untuk biaya operasional polisi bersiaga 24 jam di depan Kedutaan Ekuador, tempat Julian Assange mencari suaka.


Assange, pendiri WikiLeaks yang dituduh melakukan serangan seksual atas dua wanita di Swedia, akan dibekuk polisi jika keluar dari lingkungan Kedutaan Ekuador tempatnya berlindung saat ini.


Jurubicara WikiLeaks mengatakan besarnya biaya yang dikeluarkan polisi Inggris itu “memalukan”.


Antara Juni 2012 dan Oktober 2014, biaya langsung operasional polisi mencapai £7.3 juta, dengan £1.8 juta dihabiskan untuk membayar uang lembur, kata polisi dilansir BBC Jumat (6/2/2015).


Scotland Yard mengkonfirmasi biaya operasional polisi yang ditanggung para pembayar pajak Inggris selama 28 bulan pertama hingga 31 Oktober 2014 telah mencapai £9 juta.


Biaya sampai tiga bulan selanjutnya diperkirakan total sekitar £10 juta lansir BBC. Jumlah itu sama dengan lebih dari Rp192 milyar (jika menggunakan kurs saat ini £1=Rp19.300)


Dengan demikian berarti, biaya operasional hanya untuk berjaga-jaga di luar Kedutaan Ekuador agar polisi dapat segera menangkap Assange lebih dari £10.000 perharinya.


Informasi itu didapat Radio LBC dengan menggunakan undang-undang kebebasan mendapatkan informasi, Freedom of Information Act.


Polisi Metropolitan London mengatakan biaya tersebut ditutup dengan menggunakan anggaran perlindungan diplomatik, yang memberikan pengawalan polisi untuk kedutaan-kedutaan asing di Inggris.


“Sungguh memalukan melihat bagaimana pemerintah Inggris menghabiskan uang lebih banyak untuk mengawasi dan menahan seorang pencari suaka politik yang belum didakwa dibanding untuk investigasi soal perang Iraq, yang membunuh ratusan ribu orang,” kata jurubicara WikiLeaks Kristinn Hrafnsson.


Pihak berwenang di Swedia mencari-cari Assange untuk diperiksa terkait laporan dua wanita yang mengaku mendapatkan serangan seksual, ketika Assange berada di Stockholm untuk memberikan kuliah umum tahun 2010.


Nopember tahun lalu, sebuah pengadilan banding Swedia mengukuhkan surat perintah penangkapan Assange.


Pengadilan di Inggris berulang kali mengeluarkan putusan bahwa Assange harus segera diekstradisi ke Swedia untuk menjalani pemeriksaan tersebut.


Namun, Assange khawatir jika dirinya justru akan diekstradisi ke Amerika Serikat untuk menghadapi gugatan terkait bocoran dokumen-dokumen rahasia AS yang didapat WikiLeaks antara lain dari Bradley Manning, prajurit AS yang kini mendekam di penjara.


Assange mendatangi Kedutaan Besar Ekuador di London setelah Mahkamah Agung Inggris menolak untuk membuka kembali kasus ekstradisinya.


Pria asal Australia itu kemudian mendapatkan suaka politik dari Ekuador pada Agustus 2012.


Assange kemudian diberi peringatan bahwa dirinya akan ditangkap aparat jika meninggalkan kedutaan itu, dan polisi London pun dikerahkan untuk berjaga-jaga 24 jam di depan Kedubes Ekuador tersebut.


Kantor Urusan Luar Negeri dan Persemakmuran Inggris berupaya mencari solusi dipomatik soal Assange ini, karena tidak ingin menanggung biaya lebih banyak lagi.*






Like Fanpage kami :

Saturday, February 7, 2015

Post a Comment
close