Inilah Asal Usul Kanapa Bisyr Bertelanjang Kaki

BISYR AL HAFI dikisakan ketika masih suka melakukan perbuatan sia-sia, dimana di rumahnya ia bersama teman-temannya suka ria, meminum minuman dan mendengarkan tetabuhan maka datanglah seorang shalih mengetuk pintu rumah. Maka seorang budak perempuan pun mambukakan pintu.


Orang shalih itu pun bertanya kepada si budak,”Apakah pemilik rumah ini hamba (‘abd) atau merdeka (hurr)?” Maka si budak pun menjawab,”Merdeka (hurr)”.


Orang shalih itu pun mengatakan,”Engkau benar, kalau seandainya dia hamba (abd) maka ia akan menggunakan adab dalam beribadah dan meninggalkan tetabuhan dan permainan”.


Bisyr pun diam-diam menyimak percakapan antara budak dengan lelaki shalih tersebut. Maka cepat-cepat berjalan sampai tidak menggunakan sandalnya untuk menemui lelaki itu. Si budak pun menjawab,”Laki-laki itu telah pergi”.


Bisyr pun berusaha mengejar lelaki itu meski tanpa sandal, akhirnya ia menemui jejaknya dan berhasil menjumpainya. Bisyr pun mengatakan,”Wahai tuanku, engkau tadi yang berdiri di depan pintu dan berkata kepada budak?” Lelaki itu pun menjawab,”Ya”. Bisyr pun mengatakan,”Ulangi lagi perkataan itu.” Lelaki itu pun mengulangi kembali perkataanya.


Setelah itu, Bisyr pun jatuh tersebungkur hingga pipinya menyentuh tanah, sambil mengatakan,”Tidak, saya hamba, hamba, hamba”.


Setelah itu Bisyr pun berjalan dengan kebimbangan di wajahnya dengan bertelanjang kaki hingga ia disebut sebagai Bisyr Al Hafi, yakni Bisyr yang bertelanjang kaki. Dan ia memilih terus dalam keadaan seperti itu hingga wafat.


Hingga suatu saat ada yang berkata kepadanya,”Kenapa engkau tidak menggunakan alas kaki?” Bisyr pun menjawab,”Karena tuanku tidak memperbaiki diriku, kecuali dengan keadaan kakiku bertelanjang”. (Raudh Ar Rayahin, hal. 204)






Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat

Wednesday, February 18, 2015

Post a Comment
close