Kepala Kampus Di Italia Larang Pemakaian Jilbab

wpid-jilbab-soko-buri.jpgROMA, muslimdaily.net – Memberikan reaksi yang negatif terhadap terjadinya peningkatan serangan yang menargetkan siswa Muslim berjilbab, kepala kampus dari sebuah perguruan tinggi Italia di kota Cervignano del Friuli telah melarang pemakaian jilbab di kampus. Pihak kampus beralasan bahwa pemakaian jilbab dianggap sebagai tindakan yang mampu “memprovokasi” warga.


Dalam surat edaran yang dikeluarkan pekan lalu, kepala kampus Aldo Duri mengatakan perguruan tinggi, yang memiliki mahasiswa keturunan Arab yang cukup besar, harus mempromosikan nilai-nilai “toleransi, menghormati dan kesetaraan”. Sehingga bentuk-bentuk simbol agama dapat dilihat sebagai alat “provokasi”.


“Misalnya, sapu tangan atau syal yang menutupi rambut dan kadang-kadang menjadi bagian penutup kepala gadis-gadis Muslim. Mereka bebas untuk menggunakannya di luar sekolah, tapi tidak di kelas, demikian ungkap Aldo Duri dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan di situs perguruan tinggi itu, demikian laporan Gazzetta del Sud, sebagaimana dilansir Bisnis Internasional Times Selasa 17 Februari.


Kampus yang terletak di wilayah Friuli-Venezia Giulia memiliki mahasiswa asal Arab yang cukup banyak. Keputusan itu diambil setelah terjadinya beberapa serangan terhadap mahasiswa yang mengenakan jilbab.


Seorang mahasiswa Muslim Mesir dirawat di rumah sakit selama tujuh hari akibat luka yang diderita dalam serangan oleh seorang mahasiswa asal Italia.


Mengumumkan larangan jilbab, Duri mengatakan bahwa kampusnya adalah institusi sekuler dan simbol-simbol dari agama apapun tidak akan diperkenankan dipakai dilingkungan sekolah.


Menurut Duri, kejadian serangan terhadap mahasiswa muslim disebabkan efek dari pemberitaan mengenai serangan di Charlie Hebdo yang negatif terhadap Islam.


Italia memiliki populasi Muslim sekitar 1,7 juta termasuk 20.000 mualaf, menurut angka yang dirilis oleh Istat, lembaga statistik nasional.


berita terkait:






Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat

Wednesday, February 18, 2015

Post a Comment
close