Mantan Walikota New York Giuliani: Obama Tidak Cinta Amerika

Berita Internasional Update

Partai Demokrat jelas marah dengan pernyataan Guiliani itu yang dinilai "sangat keterlaluan".




Hidayatullah.com–Mantan walikota New York Rudi Giuliani menimbulkan kehebohan dengan pernyataannya soal Presiden Barack Obama yang dinilainya tidak mencintai Amerika.


Politisi Partai Republik itu mengutarakan pernyataannya pada hari Rabu (18/1/2015) dalam jamuan makan malam tertutup, yang juga dihadiri oleh Gubernur Wisconsin Scott Walker yang sedang mempertimbangkan untuk mencalonkan diri dalam pemilu presiden 2016.


“Saya tidak percaya — dan saya tahu ini adalah sesuatu yang buruk untuk dikatakan — namun saya tidak percaya kalau presiden mencintai Amerika,” kata Giuliani dalam jamuan makan malam New York dilansir AFP dari Politico.


“Dia tidak mencintai kalian. Dan dia tidak mencintai saya. Dia tidak dibesarkan sebagaimana kita dibesarkan dan saya dibesarkan untuk mencintai negeri ini,” kata Giuliani.


Gedung Putih kontan mengecam pernyataan itu, namun sepakat dengan Giuliani yang mengakui itu adalah hal yang buruk untuk dikatakan.


Partai Demokrat jelas marah dengan pernyataan Giuliani itu yang dinilai “sangat keterlaluan”.


Giuliani menjabat sebagai walikota New York dari tahun 1994 hingga 2001 dan menggembala New York melalui peristiwa 9/11 sehingga sebagian kalangan menjuukinya “walikota Amerika”.


Giuliani mengkritik posisi Obama dalam memerangi kelompok Islam dengan mengatakan bahwa presiden AS itu meremehkan ancaman para jihadis dan menolak untuk “berdiri dan mengatakan dengan tegas bahawa ada bagian dari Islam yang sakit.”


Namun, ketika dimintai klarifikasi soal pernyataannya itu, hari Kamis (19/2/2015) kepada Fox News Giuliani berkata, “Saya tidak mempertanyakan patriotismenya — dia seorang patriot, saya yakin.”


“Apa yang saya katakan adalah bahwa dalam retorikanya saya sangat jarang mendengar dia mengatakan hal-hal yang biasa saya dengar dari Ronald Reagen (dan) Bill Clinton, tentang bagaimana dia mencintai Amerika,” kata Giuliani.


“Kedengarannya dia lebih sebagai seorang kritikus dibanding suporter,” imbuh Giuliani.*






Like Fanpage kami :

Thursday, February 19, 2015

Post a Comment
close