Menag: Sudah Seharusnya Kelompok Syiah Hormati Ahlus Sunnah di Indonesia


Menag berharap ormas Islam seperti MUI, NU, Muhammadiyah menggelar halaqah mensikapi Syiah



Menag: Sudah Seharusnya Kelompok Syiah Hormati Ahlus Sunnah di Indonesia

Menteri Agama, , Lukman Hakim Syaefuddin mendapat hadiah buku dari Habib Achmad Zein Alkaf, pengurus PWNU Jawa Timur




Hidayatullah.com- Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, Lukman Hakim Syaefuddin mengatakan sudah seharusnya orang Syiah menghormati aliran yang berlaku di Indonesia yaitu Ahlus Sunnah Wal Jama’ah (Aswaja).


“Saya pikir dunia sudah mengenal jika masyarakat Indonesia mayoritas umat Islam. Dan Islam di Indonesia adalah Ahlus Sunnah,” ujar Lukman Hakim kepada wartawan usai acara audiensi dengan Forum Umat Islam (FUI) di Kementerian Agama, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu (25/05/2015).


Maka dari itu, tegas Lukman Hakim, segala bentuk cercaan atau caci maki kelompok Syiah kepada sahabat serta istri Rasul akan menimbulkan problem yang luar biasa bagi umat Islam di Indonesia yang Ahlus Sunnah.


“Tetapi, saat ini persoalannya terkait dengan pandangan MUI tentang Syiah sesat apakah sudah merupakan fatwa kolektif dari kelembagaan MUI atau hanya sekadar putusan satu-dua orang saja,” ujar Lukman.


Lukman memastikan jika pemerintah akan menggunakan fatwa MUI terkait persoalan Syiah sebagai acuan, sejauh itu sudah merupakan fatwa kolektif MUI. Sebab, menurutnya, MUI merupakan kumpulan dari ormas-ormas Islam se-Indonesia.


“Saya sendiri berharap ormas Islam seperti MUI, NU, Muhammadiyah, bisa melakukan pertemuan semisal halaqah untuk menyikapi persoalan aktual seperti ini sehingga ada kejelasan,” demikian Lukman berharap.


Sebab, kata Lukman, pemerintah tidak memiliki posisi untuk memberikan fatwa seperti itu. Tetapi fatwa seperti itu adalah kewenangan ormas Islam seperti MUI, NU dan Muhammadiyah dan sebagainya. Sehingga umat ini punya pegangan


“Maka halaqoh untuk membicarakan fatwa itu penting,” tutup Lukman.*







Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat

Thursday, February 26, 2015

Post a Comment
close