Partai Islam An-Nahda Akhirnya Diikutkan dalam Koalisi Pemerintah Tunisia

Berita Internasional Update

Kesepakatan untuk memasukkan An-Nahda dalam pemerintahan yang dikuasi partai sekuler Nidaa Tounes dicapai setelah kabinet baru terancam akan ditolak parlemen




Hidayatullah.com–Partai Islam terbesar di Tunisia, An-Nahda, akhirnya diikutsertakan dalam pemerintahan baru, yang saat ini dikuasai kaum sekuler, setelah sebelumnya mereka dimarjinalkan.


Kesepakatan untuk memasukkan An-Nahda dalam pemerintahan yang dikuasi partai sekuler Nidaa Tounes dicapai setelah kabinet baru terancam akan ditolak parlemen, sebab partai-partai kunci di lembaga legislatif itu –termasuk An-Nahda– menentang pilihan menteri yang disusun oleh Perdana Menteri Habib Essid. [Baca berita sebelumnya; Pemerintah baru Tunisia sama sekali tak ada wakil partai Islam]


Perdana menteri telah mengumumkan jajaran kabinet yang di dalamnya sama sekali tidak ada perwakilan dari partai Islam dan justru menggandeng partai-partai non-Islam yang lebih kecil. Padahal, An-Nahda merupakan pemenang kedua dalam pemilihan umum di Tunisia baru-baru ini.


“An-Nahda akan berpartisipasi dalam pemerintahan … masa depan kelihatannya baik,” kata Rachid Ghannouchi, pimpinan An-Nahda, kepada reporter setelah bertemu dengan Essid pada hari Ahad (1/2/2015) tanpa menjelaskan lebih lanjut.


Dilansir Reuters, pemimpin partai liberal Afek Tounes, Yassin Brahim, hari Ahad mengatakan kepada para reporter bahwa pemerintahan baru Tunisia akan terdiri dari partai Nidaa Tounes, Afek Tounes, UKP dan An-Nahda.


Dua sumber dari An-Nahda mengatakan partainya akan menyodorkan dua nama menteri dan dua menteri negara dalam pemerintahan baru.


Perdana Menteri Habib Essid diperkirakan akan mengumumkan susunan baru kabinetnya pada hari Senin ini, sebelum diajukan ke parlemen untuk dimintai persetujuan pada hari Rabu besok.*






Like Fanpage kami :

Sunday, February 1, 2015

Post a Comment
close