Pemberontak Syiah Hautsi Ambil Alih Provinsi Bayda

Berita Internasional Update

Sebelumnya, pemberontak Syiah Hautsi mendeklarasikan terbentuknya Dewan Transisi Nasional yang akan menggantikan parlemen Yaman




Hidayatullah.com–Gerakan pemberontak Syiah Hautsi Yaman menguasai Provinsi Bayda seiring operasi kelompok itu melawan milis al-Qaidah di sana.


Pejabat militer Yaman mengatakan sejak Selasa (10/02/2015) pemberontak Syiah Hautsi bersama pasukan mereka mengambil kendali penuh Bayda yang merupakan pintu gerbang menuju wilayah Selatan Yaman.


Sebelumnya, kelompok separatis mengendalikan wilayah itu dan wilayah kaya minyak di timur Provinsi Ma’rib.


Dalam beberapa bulan terakhir, milis Al-Qaidah sering menyerang pasukan keamanan Yaman. Milisi juga terlibat pertempuran dengan Syiah Hautsi.


Pekan lalu, pemberontak Syiah Hautsi membubarkan Parlemen setelah beberapa minggu bentrok dengan pasukan pemerintah. Mereka lalu mengumumkan Deklarasi Konstitusi tentang Dewan Transisi yang diharapkan dapat menggantikan parlemen.

Gelar Perundingan


Sebelumnya, partai-partai politik Yaman menggelar perundingan yang ditengahi PBB demi mencapai sebuah konsensus nasional.


Wakil dari gerakan pemberontak Syiah Hautsi dan sekutunya bertemu dengan partai-partai politik lain di Sana’a pada Senin (09/02/2015) pasca pembentukan Dewan Transisi pekan lalu.


Utusan khusus PBB untuk Sana’a, Jamal Benomar, menyeru semua pemimpin politik untuk bertanggung jawab dan mencapai konsensus demi meraih solusi damai.


Hari Jumat (06/02/2015), pemberontak Syiah Hautsi mengumumkan deklarasi dan membentuk Dewan Transisi Nasional yang akan menggantikan parlemen Yaman.


Menurut deklarasi, Dewan Transisi Nasional akan membentuk Dewan Presiden untuk mengakhiri kebuntuan politik yang terjadi. Beberapa partai politik sejauh ini menolak langkah tersebut.


Deklarasi diumumkan setelah PBB mengadakan putaran baru pembicaraan antara faksi-faksi politik di Yaman, hanya sehari pasca berlalunya batas waktu yang ditetapkan Syiah Hautsi untuk menyelesaikan kekosongan kekuasaan.*







Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat

Friday, February 13, 2015

Post a Comment
close