Pemimpin Shinkansen Ciptakan Output Super Bagi Perusahaan


PT. Kalimantan Prima Persada (KPP) sebagai perusahaan pelayanan pertambangan yang terintegrasi (integrated mining services company) dengan PT Pamapersada Nusantara kembali menyelenggarakan Coaching dan Mentoring Training di Banjar Baru Support Office. Hal ini sebagai bentuk upaya KPP dalam menghadapi kondisi bisnis yang selalu menghadapi tantangan, dimana untuk mewujudkannya dibutuhkan Sumber Daya Manusia dengan kapasitas mumpuni di semua lini termasuk diantaranya para Group Leader (GL). Kemampuan memberikan coaching bagi para GL mutlak untuk dimiliki, karena seorang GL juga memiliki peran dalam proses pengembangan maupun mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh bawahannya.


Kegiatan yang berlangsung diikuti oleh sebanyak 22 orang GL dari berbagai job site. Selama 3 hari pelaksanaan, peserta mendapatkan pembekalan dari Coach Ferlita Sari. Di awal pemaparannya, Coach Ferlita menyampaikan sebuah analogi mengenai shinkansen, sebuah kereta dari negeri Sakura dengan kecepatan yang luar biasa. Kecepatan shinkansen disebabkan penggerak roda yang tidak hanya berada pada lokomotif yang menarik gerbong saja, akan tetapi berada di seluruh gerbong sehingga kereta tersebut memiliki daya yang luar biasa dan menghasilkan output berupa kecepatan super.


Begitupun halnya dengan sebuah tim atau organisasi, sebuah tim yang tidak hanya bergantung pada satu sosok kepemimpinan saja akan menghasilkan output yang luar biasa karena ditopang oleh orang-orang hebat hasil dari pemberdayaan, dan salah satu tujuan dari coaching itu sendiri adalah memberdayakan bawahan yang dipimpin. Sebuah pertanyaan reflektif pun muncul, apakah para GL di KPP ingin seperti kereta api lokomotif biasa atau justru ingin seperti shinkansen.


Pada hari kedua, Coach Ferlita memberikan materi tentang GROW Model (Goal, Reality, Options, dan Way forward) yang menjadi inti dalam Coaching and Mentoring Training. Goal adalah tujuan yang ingin diraih oleh coachee (orang yang diberikan coaching). Reality memastikan kondisi saat ini sehingga coachee mengetahui sejauh mana ‘jarak’ antara saat ini dengan tujuan yang ingin dicapai. Options adalah tahapan bagi coachee untuk berpikir kreatif agar dapat mengembangkan solusi-solusi potensial. Terakhir, way forward adalah tahapan untuk membuat solusi potensial tadi menjadi tindakan nyata , dimana coachee begitu termotivasi untuk melakukannya.


Tujuan utama dari pelatihan ini adalah agar peserta mampu memposisikan dirinya sebagai leader, yang juga memiliki concern dalam pengembangan anak buah. Untuk bisa memposisikan dirinya sebagai seorang leader, peserta harus memiliki attachment yang kuat dengan anak buahnya, mengingat bisa begitu banyaknya masalah yang dihadapi peserta di lapangan, baik itu masalah pekerjaan atau masalah pribadi. Selain itu, peserta diharapkan mengetahui, kapan saatnya peran mereka sebagai leader harus juga menjalankan peran sebagai coach, mentor ataupun konselor (jika dibutuhkan).


[Untuk membaca artikel lainnya tentang Kubik Training, silahkan kunjungi http://www.kubiktraining.com]





Like Fanpage kami :

Monday, February 2, 2015

Post a Comment
close