Perbedaan Manajemen Dan Kepemimpinan


Manajemen dan kepemimpinan adalah hal yang paling krusial dalam menjalankan sebuah organisasi. Tanpa keduanya, para anggota organisasi akan kehilangan arah dan tujuan, bagaikan anak ayam yang kehilangan induknya. Begitu pula dengan perusahaan, jika ingin mengoptimalkan kinerja tim untuk mencapai tujuan bersama, dibutuhkan manajemen dan kepemimpinan yang baik. Lantas, apa yang menjadi perbedaan diantara keduanya?


Menurut John P. Kotter, dalam tulisannya yang berjudul “What Leaders Really Do” di Harvard Business Review pada Desember 2001, ada 3 hal yang mendasari perbedaan antara manajemen dan kepemimpinan. Manajemen terkait dengan perencanaan dan anggaran, sementara kepemimpinan terkait dengan memberikan arah. Manajemen terkait dengan pengorganisasian dan staffing, sedangkan kepemimpinan terkait dengan menselaraskan orang. Yang terakhir, manajemen menghadirkan kontrol dan pemecahan masalah, sementara kepemimpinan menghadirkan motivasi.


Hal ini pulalah yang menjadi salah satu materi pembahasan saat Kubik menyelenggarakan SuksesMulia Team Leadership Training untuk para leader di Koperasi Sejahtera Bersama (KSB). Pelatihan kepemimpinan ini diadakan selama dua hari berlokasi di Bogor. Sebanyak 36 pemimpin KSB mempelajari prinsip dan cara untuk menjadi pemimpin yang SuksesMulia.


Koperasi Sejahtera Bersama merupakan koperasi yang bergerak dalam berbagai bidang usaha antara lain Usaha Simpan Pinjam dan Usaha Perdagangan yang didirikan pada bulan Januari 2004. Setiap Unit Usaha KSB dikelola oleh para expertise yang telah memiliki pengalaman di bidangnya, sehingga Unit Usaha KSB bukan hanya mampu tumbuh dan berkembang serta menghasilkan keuntungan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial masyarakat.


Dengan motto KSB yaitu Sukses, Sejahtera, dan Mulia, Kubik dipercaya untuk menumbuhkan kembali semangat juang para pemimpin KSB untuk tidak hanya menjadi yang terdepan, tapi juga pemimpin yang hebat. Para peserta yang mengikuti pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia dari Kubik ini mengaku tersentuh secara emosi dan beberapa orang menyatakan ingin mengubah kebiasaan mereka menjadi lebih positif dan mengambil tanggung jawab terhadap permasalahan yang terjadi.


[Untuk membaca artikel lainnya tentang Kubik Training, silahkan kunjungi http://www.kubiktraining.com]





Like Fanpage kami :

Tuesday, February 3, 2015

Post a Comment
close