Satelit Observasi Iran Fajr Mengangkasa di Ketinggian 450km

Berita Internasional Update

Itu merupakan peluncuran keempat satelit sejenis oleh Iran, setelah tiga satelit diorbitkan antara tahun 2009 dan 2012



Satelit Observasi Iran Fajr Mengangkasa di Ketinggian 450km

Prototipe empat sateit Iran (ki-ka): Rasad, Amir Kabir-1, Zafr, Fajr.




Hidayatullah.com–Iran hari senin (2/2/2015) mengatakan telah meluncurkan sebuah satelit observasi –yang pertama sejak 2012– yang mana Presiden Hassan Rouhani mengatakan satelit itu mengorbit dengan aman dan dia sendiri yang memerintahkan misi peluncurannya.


Satelit Fajr ditempatkan di ketinggian 450km di atas permukaan bumi, lapor Al-Alam, stasiun televisi berbahasa Arab milik pemerintah Syiah Iran.


Itu merupakan peluncuran keempat satelit sejenis oleh Iran, setelah tiga satelit diorbitkan antara tahun 2009 dan 2012.


Kantor berita IRNA melaporkan satelit itu dibuat secara lokal oleh Iran, sebagaimana peluncurnya, yang menurut Rouhani menunjukkan tekad Iran yang tidak ingin bergantung pada teknologi ruang angkasa dari luar negeri.


Al-Alam mengatakan satelit Fajr dapat mengambil gambar akurat dari ruang angkasa.


Peluncuran itu berbarengan dengan perayaan 10 hari memperingati Revolusi 1979 yang puncaknya dirayakan pada 11 Februari mendatang. Hari itu dianggap “Hari Kemenangan”, di mana kekuasaan shah Iran dukungan Amerika Serikat berhasil diruntuhkan.


“Ilmuwan-ilmuwan kami telah memasuki fase baru dalam menaklukkan ruang angkasa. Kami akan meneruskan langkah ini,” kata Rouhani dalam pernyataan singkatnya yang disiarkan stasiun televisi pemerintah dikutip AFP.


Menteri Pertahanan Jenderal Hossein Dehgan menegaskan pernyataan Rouhani. Dia bilang peluncur satelit, yang dinamai Safir-Fajr, menunjukkan “kemampuan Iran membangun peluncur-peluncur satelit.”


Pada Februari 2010, Iran meluncurkan satelit berisi seekor tikus, beberapa penyu dan serangga.


Dalam misi terpisah, dua kapsul luar angkasa diluncurkan. Salah satunya pada Januari 2013 yang di dalamnya terdapat seekor monyet yang tetap hidup ketika itu.


Sejumlah negara Barat mencurigai Iran secara rahasia membangun bom atom dan khawatir teknologi yang digunakan untuk meluncurkan roket disalahgunakan untuk membangun rudal balistik jarak jauh, yang potensial mengangkut hulu-hulu ledak atom.*






Like Fanpage kami :

Tuesday, February 3, 2015

Post a Comment
close