Seribu Orang di Qatar Mengecam Penembakan 3 Mahasiswa Muslim di Amerika

Berita Internasional Update

Pengunjuk rasa mengusung bebagai spanduk yang menyerukan persatuan dan diakhirinya kejahatan dengan alasan kebencian




Hidayatullah.com–Sekitar 1.000 orang hari Ahad (15/2/2015) turun ke jalan di Doha, Qatar, guna menunjukkan solidaritas atas tiga mahasiswa Muslim yang ditembak pekan lalu di Chapel Hill, Amerika Serikat, dan mengecam aksi pembunuhan itu sebagai terorisme.


Pengunjuk rasa mengusung bebagai spanduk yang menyerukan persatuan dan diakhirinya kejahatan dengan alasan kebencian. Salah satu spanduk yang mereka bawa bertuliskan, “Kita semua memiliki hak untuk hidup bebas dari kebencian.”


Tiga mahasiswa Muslim –Deah Shaddy Barakat (23) dan istrinya Yusor Mohammad Abu-Salha (21), serta adik perempuan istrinya Razan (19)– ditembak oleh tetangga mereka Craig Stephen Hicks di Chapel Hill, North Carolina.


Pria 46 tahun itu diyakini sebagai seorang pembenci agama. Hal itu terlihat dari komentar-komentarnya di Facebook yang menentang Islam, Kristen dan Mormon (salah satu aliran Kristen), lansir AFP.


Unjuk rasa yang sangat terjadi di Qatar itu, apalagi melibatkan banyak orang, diselenggarakan oleh sebuah yayasan yang dipimpin Syeikha Moza binti Nassir Al-Masnad, ibunda dari amir Qatar saat ini.


Di akhir unjuk rasa itu peserta ditampakkan rekaman video berisi pesan dari saudara laki-laki dan perempua Deah, Faris dan Suzanne Barakat.


Dalam video itu Faris mengatakan, “menakjubkan” melihat orang-orang di Qatar ikut memikirkan soal keluarganya.*







Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat

Sunday, February 15, 2015

Post a Comment
close