Soal Nuklir Iran Keterangan Netanyahu dan Intelijen Zionis Berbeda

Berita Internasional Update

Pejabat Israel mengatakan bahwa tidak ada perbedaan antara pernyataan Netanyahu dengan keterangan Mossad.




Hidayatullah.com–Pidato Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 2012, di mana dia memperingatkaan dunia bahwa hanya setahun lagi Iran sudah akan dapat memproduksi bom nuklir, ternyata berbeda dengan temuan intelijen Israel.


Hal itu terungkap dari bocoran dokumen-dokumen intelijen yang diterima oleh stasiun televisi Aljazeera. Bekerjasama dengan The Guardian, Aljazeera mempublikasikan Spy Cables berisi dokumen yang sudah disunting.


Sambil menggambar sketsa sebuah bom di hadapan perwakilan-perwakilan negara anggota PBB, dalam pidatonya Netanyahu ketika itu menyeru agar dunia menarik “garis merah yang jelas” atas program nuklir Iran agar tidak dikembangkan lebih lanjut.


Namun menurut bocoran dokumen tersebut, lembaga intelijen luar negeri Israel Mossad menyatakan bahwa Iran tidak melakukan aktivitas yang diperlukan untuk membuat senjata nuklir.


Menanggapi perbedaan keterangan itu seorang pejabat Israel mengatakan bahwa tidak ada perbedaan antara pernyataan Netanyahu dengan keterangan Mossad.


“Tidak ada kontradiksi atau semacamnya antara kutipan dalam cerita itu -yang diduga dari intelijen Israel- dan pernyataan Perdana Menteri Netanyahu soal ancaman nuklir Iran,” kata pejabat itu seperti dikutip Euronews Selasa (24/2/2015).


Pekan lalu Amerika Serikat menuding Israel mendistorsi posisinya dalam perundingan nuklir Iran, sehingga menimbulkan ketegangan antara Netanyahu dengan pemerintahan Presiden Obama.*






Like Fanpage kami :

Tuesday, February 24, 2015

Post a Comment
close