Tentara Elektronik Suriah Mengaku Meretas Turki, Saudi, Qatar dan Liga Arab

Berita Internasional Update

Hidayatullah.com–Para hacker yang tergabung dalam kelompok Syrian Electronic Army (SEA) mengaku sebagai pelaku peretasan atas sejumlah akun e-mail milik pemerintah Turki, Saudi, Qatar dan Liga Arab.


Kelompok peretas yang menamakan dirinya Tentara Elektronik Suriah itu belum lama ini mempublikasikan e-mail dan pesan rahasia dari sejumlah lembaga strategis pemerintah Turki. Mereka merilis 967 akun e-mail dalam 14 kategori di internet, yang menunjukkan korespondensi antara tahun 2009 dan Nopember 2012, lapor Hurriyet (11/2/2015).


Daftar e-mail yang diretas SEA termasukdi antaranya milik para menteri, diplomat dan PNS Turki, serta banyak akun dari Arab Saudi, Qatar dan Liga Arab.


“Kami meretas server e-mail Turki dua tahun lalu, tetapi memutuskan untuk menahan dulu e-mail ini guna memastikan pemerintah Turki tidak segera berusaha menghapus (bukti) keterlibatannya dalam (urusan) Suriah,” kata seorang juru bicara SEA kepada Hurriyet dalam wawancara lewat e-mail belum lama ini.


Kelompok itu menyebut dirinya sebagai “ribuan pemuda Suriah yang berdiri menghadang makar dari luar yang berusaha menghancurkan negara kami, Suriah, sejak awal perang.”


Juru bicara SEA mengatakan bahwa e-mail yang mereka ungkap ke publik membuktikan tentang adanya koordinasi antara pemerintah Turki dengan kelompok-kelompok bersenjata di Suriah.


“Seluruh dunia tidak menghormati perbatasan Suriah, dan kami sebagai balasannya, mengabaikan semua perbatasan di dunia dan menarget mereka-mereka yang membahayakan negara kami tak peduli di mana pun mereka berada,” kata anggota SEA itu.


SEA mengaku tidak memiliki keterkaitan dengan rezim Presiden Bashar Al-Assad. Padahal dalam sejumlah hasil retasannya mereka menampilkan gambar Presiden Bashar Al-Assad.


“SEA tidak memiliki afiliasi dengan pemerintah Suriah atau kelompok mana pun di dunia. Kami bertindak secara independen dan memiliki dukungan yang sangat luas dari para anggota media sosial. SCS [Syirian Computer Society, yang dipimpin Bashar Al-Assad sebelum menjadi presiden] ketakutan menampung situs kami setelah mendapat ancaman dari luar. Kami sekarang menggunakan hosting di luar negeri. Tidak ada yang memberikan dukungannya kepada kami. Tetapi tidak mengapa, sebab tidak banyak yang dibutuhkan –hanya sebuah laptop, koneksi internet, pengetahuan dan waktu,” kata juru bicara SEA itu.


SEA sebelumnya mengatakan kepada Hurriyet bahwa lembaga-lembaga penting pemerintah, khususnya Kementerian Pertahanan Turki, sudah menjadi target mereka sejak militer Turki menembak jatuh sebuah helikopter Suriah tahun 2013.


“Kami menarget kebanyakan website rezim Turki, seperti Kementerian Luar Negeri, kepresidenan, industri militer dan banyak lainnya. Seluruh e-mail dan pesan dari website yang menjadi target itu di-dump dan diunduh, kemudian kami akan membocorkannya segera,” kata juru bicara SEA ketika itu.


Kelompok SEA juga mengaku meretas akun e-mail Arab Saudi, Qatar dan Liga Arab, sebab mereka ikut terlibat dalam perang di Suriah.


“Kami berharap dunia dapat menghentikan Arab Saudi yang menyelundupkan persenjataannya ke Suriah, termasuk mortir yang digunakan oleh teroris untuk menarget warga sipil. Semua keterlibatan itu sekarang terbukti berkat bocoran-bocoran ini,” kata juru bicara itu, seraya menambahkan bahwa Liga Arab juga sudah mengakui keterlibatannya.


Kelompok SEA sebelumnya meretas website perdana menteri Turki, Kementerian Dalam Negeri Turki dan OSYM (lembaga yang mengurus ujian nasional di Turki).


Kelompok itu juga meretas akun Twitter dari Presiden Amerika Serikat Barack Obama, akun Facebook Nicolas Sarkozy, website dan akun Twitter The Guardian, BBC, The New York Times, The Daily Telegraph, The Los Angeles Times, Associated Press, CNN, serta Aljazeera.*





Like Fanpage kami :

Wednesday, February 11, 2015

Post a Comment
close