Tuti Alawiyah: Coklat Berhadiah Kondom, Menteri Kenapa Diam?

coklat-kondomJAKARTA, muslimdaily.net – Maraknya penjualan sejumlah produk dengan hadiah kondom pada bulan Februari menjadi keprihatinan tersendiri bagi Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT). (BKMT) mempertanyakan peran sejumlah kementerian, seperti Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag), mengenai maraknya penjualan cokelat berhadiah kondom menjelang perayaan Hari Valentine.


2 kementerian tersebut dipandang turut bertanggung jawab dalam penjualan cokelat tersebut.


Ketua Umum BKMT, Tuty Alawiyah menilai, hal semacam itu tidak boleh luput dari perhatian pemerintah karena menyangkut keselamatan generasi muda. “Kok kita bisa kebocoran, kok menteri diam saja?” ungkap Tuty, saat dihubungi ROL, Jumat (6/1).


Dia mendesak agar pemerintah segera turun tangan untuk menghentikan penjualan cokelat berhadiah kondom. Selain itu, pemerintah juga harus melihat pangkal masalahnya bagaimana perusahaan yang bersangkutan dapat seperti membagi-bagikan kondom secara gratis dan massal.


“Peredarannya ada di mana-mana, di minimarket, di supermarket. Masa diloloskan oleh pihak supermarket?” kata menteri pemberdayaan perempuan era presiden BJ Habibie tersebut.


Tuty Alawiyah, mengatakan, peran media cukup besar untuk mengenalkan budaya perayaan valentine terhadap anak-anak remaja. Terlebih mayoritas remaja saat ini memiliki akses luas terhadap informasi.


“Jangan sampai valentine disosialisasikan oleh media, pikirkan efeknya yang panjang bagi anak-anak,” jelasnya, saat dihubungi Republika Online, Jumat (6/2).


Rayakan Hari Valentine Menyimpang dari Islam


Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PP Muhammadiyah Prof Baedhowi mengatakan, tidak ada hari valentine dalam ajaran agama Islam. Tanggal 14 Februari yang biasa diperingati sebagai hari valentine itu kata dia, sama saja seperti hari-hari biasa dalam Islam.


Karena itu, Muslim terutama remaja menurutnya tidak perlu ikut-ikutan dalam euforia valentine. Ia mengimbau remaja yang masih terbiasa merayakan valentine, agar lebih mau mempelajari Islam lebih baik lagi. “Karena merayakan valentine tidak sesuai dengan ajaran atau telah menyimpang dari agama,” ujar Baedhowi kepada ROL.


Dikatakan lebih lanjut, Muslim harus bisa membedakan mana tindakan yang sesuai dengan ajaran Islam dan sebaliknya. Muslim tidak boleh menyekutukan atau menyembah selain Allah, termasuk melakukan perbuatan yang dilrang oleh Islam.





Like Fanpage kami :

Saturday, February 7, 2015

Post a Comment
close