Yahudi Denmark Tolak Seruan Netanyahu untuk Pindah ke Israel

Berita Internasional Update

Sejak berabad-abad lalu Denmark senantiasa menerima keberadaan Yahudi




Hidayatullah.com–Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu hari Ahad (15/2/2015) mendesak orang-orang Yahudi Eropa pindah ke Israel, setelah seorang pria Yahudi ditembak mati dalam serangan di luar sinagog utama di Kopenhagen, Denmark.


“Israel adalah rumah kalian. Kami mempersiapkan dan menyerukan penyerapan imigrasi massal dari Eropa,” kata Netanyahu dalam sebuah pernyataannya, mengulangi pesan yang sama kepada Yahudi Eropa setelah 4 Yahudi tewas dalam insiden penembakan di Paris bulan lalu.


Namun, komunitas Yahudi yang kecil tetapi menonjol di Denmark itu menampik ajakan Netanyahu tersebut.


“Kami menghargai undangan itu, tetapi kami adalah warganegara Denmark, ini adalah negeri kami,” kata Dan Rosenberg Asmussen, ketua Masyakarat Yahudi di Denmark kepada Reuters saat menyampaikan belasungkawa di sinagog.


Yair Melchior, kepala rabi di Kopenhagen, menolak usulan orang-orang Yahudi Denmark pindah ke Israel.


“Teroris tidak boleh mengontrol hidup kami,” katanya kepada Reuters. “Kami perlu berkonsentrasi menjalani kehidupan senormal mungkin setelah menghadapi situasi sulit ini. Komunitas Yahudi di Kopenhagen kuat.”


Penembakan di Kopenhagen itu dimulai dengan serangan atas sebuah pertemuan yang dihadiri oleh seorang seniman pembuat karikatur Nabi Muhammad. Kemudian serangan disusul ke sebuah sinagog di mana sekitar 80 Yahudi sedang menggelar ritual keagamaan atas seorang anak perempuan. Satu orang tewas dalam masing-masing insiden itu.


Polisi Denmark belum mengidentifikasi pelaku penembakan, yang tewas diterjang peluru aparat hari Ahad kemarin. Meskipun demikian, polisi berani menyebutkan bahwa serangan itu terinspirasi oleh penembakan di Paris.


Sejak berabad-abad lalu Denmark senantiasa menerima keberadaan Yahudi, yang kebanyakan merupakan orang-orang yang selamat dari Holocaust dan penjajahan Nazi, karena orang-orang Denmark membantu mereka menyelamatkan diri ke negara tetangga, Swedia.


Hanya sebagian kecil dari orang-orang Yahudi yang mengungsi ke Swedia itu kemudian kembali ke Denmark. Mereka hidup dengan aman dan tentram di sana selama puluhan tahun.*






Like Fanpage kami :

Sunday, February 15, 2015

Post a Comment
close