Bandung Tuan Rumah Seminar Internasional Filantropi Islam ke-3

image


BANDUNG, muslimdaily.net – “Bicara filantropi Islam: Zakat, Infak Sedekah dan Wakaf (ZISWAF), tentu tak selesai dalam 1-2 hari perbincangan. Penerapan model filantropi Islam di berbagai negara memiliki kekhasan masing-masing. Hal ini tak lepas dari kultur masyarakat maupun sistem pemerintahannya.”


“Oleh karena itu, dibutuhkan pemaparan dan diskusi untuk memperkaya pandangan dalam penghimpunan hingga pengelolaan dana ummat ini,” Kata Kushardanta Susilabudi, SE., MM., Direktur Indonesia Magnificent of Zakat (IMZ), Senin (02/03), dalam konfrensi pers di Bandung.


Masih menurut Kushardanta, silaturahmi dan menimba ilmu diantara para pegiat ZISWAF Asia Tenggara kerap diselenggarakan tidak sekedar untuk benchmarking tetapi juga meningkatkan sinergitas pengelolaan sumber daya umat. Rangkaian kerjasama ini, katanya, merupakan cerminan kesadaran untuk lebih dapat mengoptimalisasi pemanfaatan zakat infak sedekah dan wakaf dalam peran pengentasan kemiskinan di Asia Tenggara secara lintas Negara, bahkan lintas benua hingga Afrika.


Karenanya, Indonesia Magnificent of Zakat (IMZ), bersinergi bersama lembaga filantropi lintas Negara, semisal: Dompet Dhuafa, Sinergi Foundation, Institut Kajian Zakat (IKaZ) Malaysia, Lembaga Wakaf Produktif (WakafPro 99), Baitul Maal Muamalat (BMM), dan beberapa lainnya menggelar Seminar Internasional Filantropi Islam ke-3.


Acara tersebut akan berlangsung dari hari Selasa sampai Kamis (3-5 Maret), bertempat di Hotel Golden Flower, Bandung.


Adapu para narasumber dan undangan adalah Perwakilan ZISWAF Malaysia UiTM (Universiti Teknologi MARA), IKaZ (Institut Kajian Zakat),UiTM AIM (Amanah Ikhtiar Malaysia), PPZ (Pusat Pungutan Zakat) Malaysia, Perwakilan Brunei Darussalam, Warees Singapore, Zakat Organization of Philipine, Perwakilan Zakat, Asia Tenggara lainnya, dan Awqaf New Zealand.





Like Fanpage kami :

Tuesday, March 3, 2015

Post a Comment
close