Felix Siauw: Harus Ada Regulasi Buku-buku Syiah di Indonesia


Ketika Menteri Agama memberi kata pengantar terhadap buku Syiah, menurutnya, justru memancing problem yang lebih besar



Felix Siauw: Harus Ada Regulasi Buku-buku Syiah di Indonesia

Muh. Abdus Syakur/Hidayatullah.com


Ustadz Felix Siauw di arena IBF 2015




Hidayatullah.com- Kata pengantar Lukman Hakim Saifuddin pada sebuah buku tentang Syiah turut disoroti Ustadz Felix Siauw. Felix menyayangkan sikap Menteri Agama (Menag) RI tersebut.


Menurut Felix, persoalan seperti buku-buku Syiah di Indonesia tidak ada regulasinya. Kalau pun ada, katanya, justru terkadang menguntungkan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.


“Seperti kasus-kasus yang terakhir kita lihat bahwa Departemen Agama (Kemenag. Red) justru ketika harusnya mereka berfungsi mengademkan umat, tapi ternyata, ya mohon maaf, kadang-kadang beberapa langkahnya kita lihat malah justru memberikan hal-hal yang bisa memecah-belah umat,” ujarnya kepada hidayatullah.com di arena Islamic Book Fair (IBF) ke-14, Istora Senayan, Jakarta, baru-baru ini.


Seharusnya, lanjut Felix, Kemenag berkonsultasi terlebih dahulu kepada ulama-ulama sebelum menentukan suatu langkah yang akan dilakukan.


Namun ketika malah memberi kata pengantar pada buku Syiah, misalnya, hal itu, menurut Felix, justru memancing problem yang lebih besar lagi.


“(Kemenag telah) memberikan angin-angin segar pada (Syiah. Red) yang harusnya nggak diberikan,” ujarnya, Rabu (04/03/2015).


Disinggung penyebaran berbagai buku ataupun majalah terbitan Syiah, Felix meyakini perlunya regulasi dari pemerintah.


“Karena kalau regulasi ini sudah tidak ada ya, percuma. Artinya, seberapa pun kita menerbitkan (buku anti Syiah), ya, ujungnya kekuatan uang yang lebih berpengaruh,” ujarnya.


Diberitakan sebelumnya, Felix mengaku sudah mendapat laporan soal dugaan adanya buku-buku Syiah di IBF 2015. Dia pun membagikan tips untuk menyiasati hal itu. [Baca tipsnya di sini!]*






Like Fanpage kami :

Thursday, March 5, 2015

Post a Comment
close