Membuat Anak Jatuh Cinta dengan 6S

Ilustrasi - Ibu memakaikan kerudung ke anak (blogspot.com - serambidakwah)

Ilustrasi – Ibu memakaikan kerudung ke anak (blogspot.com – serambidakwah)



dakwatuna.com - Tulisan ini terinspirasi dari link twitter @Anakjugamanusia yang selalu membuat hati tertampar dan terharu. terkadang seperti berkata, “Wake Up mommy!, Learn Mommy!. Seperti salah satu cuitannya, “Ketika menerapkan 6S (salam, sapa, santun, sopan, sabar, sayang), anak mana yang tidak akan jatuh cinta pada kita”. Hmmmm, jatuh cinta, ya jatuh cinta.


Ketika anak jatuh cinta pada kedua orang tuanya, indah bukan? Ya tentu hubungan yang terjadi akan lebih kuat. Tidak ada Bos dan bawahan, tidak ada orang tua galak, tidak ada anak penakut di rumah, tapi “liar” di luar rumah. Pada saat tanki cinta anak terpenuhi di rumah, dia tidak akan mencari cinta atau perhatian di luar rumah, kecuali ketika dia mencari pasangan hidupnya kelak.


Kita bahas yang pertama, salam. Salam dalam Islam berupa Assalaamu’alaikum wr. wb. Indah bukan ketika kita bertemu anak di rumah, ketika dia bangun tidur, ketika dia pulang dari sekolah, kita menyapanya dengan ungkapan salam tersebut. Atau bisa kita tambahkan, “Assalamu’alaikum sayang”, “Assalamu’alaikum bayi kecil mommy”, So lovely.


Kedua, sapa. Ya, menyapa anak ketika berpapasan di rumah, menyapa anak ketika dia bermain. Terbayang begitu banyak intensitas kita bersentuhan secara psikis dan tentunya mengajarkan juga agar ramah terhadap orang-orang yang akan dia temui nanti.


Ketiga, santun. Santun? anak juga manusia hanya saja secara fisik berbeda dengan manusia dewasa. Meskipun demikian anak memiliki kebutuhan untuk dihormati sebagaimana manusia seutuhnya. dan otomatis anak juga akan belajar untuk menghormati orang tua, orang dewasa lainnya, dan bahkan menghormati dirinya sendiri.


Keempat, sopan. Darimana anak belajar kesopanan, apabila kita tidak menunjukkan seperti apa itu sikap sopan karena anak adalah peniru ulung. Sebagai orang tua, kita harus menjadi contoh terbaik untuk anak-anak kita.


Kelima, sabar. Kehidupan adalah sekolah sabar yang berhenti ketika manusia kehilangan nyawanya. Salah satu bagian dari sekolah sabar yaitu ketika membesarkan anak dari mulai bayi sampai dia dewasa. Sabar memang tak berbatas, kemampuan kita sebagai manusia yang terbatas untuk bisa sabar. Tapi percayalah mommy, kita pasti bisa. Sedikit demi sedikit untuk bersabar. Mulai dari satu hari tidak memarahi anak ketika melakukan kesalahan. Lihatlah mommy, anak adalah manusia yang sedang belajar juga. Wajar jika dia melakukan kesalahan. mari saling belajar. Ketika anak sedang belajar mengenai kehidupannya, kita pun belajar untuk menambah tanki kesabaran kita.


Keenam, sayang. Ini adalah yang terakhir, sayang. Banyak ungkapan sayang yang dapat kita berikan untuk anak-anak kita, Moms. Pelukan, kecupan sayang, genggaman tangan ketika berjalan beriringan, usapan kecil di kepala, bahkan sepiring nasi goreng ketika dia sarapan. Masih ingatkah ketika kita menanti bayi mungil lahir selama 9 bulan lamanya, ketika tangisan kecilnya pertama kali kita dengar pada saat kelahirannya, ketika dia nyaman tertidur saat kita peluk, ketika dia pertama kali memanggil kita dengan sebutan mama, ibu, mommy, bunda.


Pada akhirnya kita menyadari waktu kita untuk menggenggam tangan anak-anak kita, memeluknya manja, menguncir rambutnya yang panjang sangatlah singkat. Tapi sebagai orang tua kita dapat menggenggam hati anak-anak kita selamanya, seumur hidupnya. Selamat menerapkan 6S.





Like Fanpage kami :

Thursday, March 5, 2015

Post a Comment
close