Mufti: Alat Bacaan Al-Qur’an di Pekuburan tak Sesuai Ajaran Islam

image


KUALA LUMPUR, muslimdaily.net – Penjualan alat yang mengeluarkan bacaan ayat-ayat suci al-Qur’an di atas tanah-tanah pekuburan mendapat reaksi negatif dari kalangan tokoh agama.


Dua mufti negeri berpendapat, alat bacaan surah Yasin serta tahlil otomatis di pemakaman menggunakan tenaga surya itu menjurus kepada perbuatan yang tidak dianjurkan dalam Islam.


Mufti-mufti tersebut menegaskan, sebaik-baik doa untuk orang tua yang sudah meninggal adalah datangnya dari anak-anak mereka sendiri terutama setelah selesai menunaikan shalat.


Mufti Perak, Tan Sri Harussani Zakaria menggambarkan alat semacam itu sebagai ‘mengarut’ serta bid’ah dan meminta mereka yang menjalankan bisnis tersebut di situs-situs sosial supaya menghentikan penjualannya.


“Orang juga janganlah terpengaruh dengan alat-alat seperti ini karena sangat jelas menjurus ke praktek bid’ah,” katanya, Kamis (05/03) seperti dikutip utusan.


Alat ‘sistem audio Mp3 bacaan Quran 24 Jam’ yang dijual melalui Facebook diinformasikan dapat digunakan pada tujuh malam pertama, tahlil otomatis pada hari ke-40 dan hari ke-100 setelah kematian serta pada tanggal ulang tahun kematian.


Pemilik akun Facebook, Muntazir Masrallah yang mempromosikan alat tersebut menulis, dengan menggunakan alat tersebut, akan ‘menghemat duit, tidak perlu upah orang membaca al-Quran dan tahlil serta tidak perlu membuat kenduri’.


“Mari berebut memesan! Satu inovasi bid’ah hasanah, “katanya.


Sedangkan, Mufti Selangor, Datuk Mohd. Tamyes Abd. Wahid berpendapat, penjualan alat semacam itu dengan alasan untuk ‘menceriakan’ kuburan almarhum sebagai sesuatu yang ‘salah dalam slam’.


Menurutnya, alat seperti itu juga tidak sejalan dengan firman Allah yaitu: “Berdoalah kamu kepada-Ku niscaya Aku perkenankan doa permohonan kamu.”


“Kalau hendak sandarkan doa kepada kaset atau rekaman, apalagi melibatkan kematian, memang ini salah dalam Islam,” ujarnya.





Like Fanpage kami :

Friday, March 6, 2015

Post a Comment
close