Pelajar Muhammadiyah se Indonesia Selenggarakan Rakernas di Solo

rakernas IPM di SoloSOLO, Muslimdaily.net – Bertempat di Gedung Pusdiklat Muhammadiyah Solo, IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) mengadakan acara Rakernas (Rapat Kerja Nasioanal) selama dua hari Sabtu (28/2) – Ahad (1/3). Kegiatan tersebut diikuti oleh 140 peserta yang terdiri dari Pimpinan Wilayah dari Aceh sampai Papua.


Tema dari acara tersebut adalah “ Konsolidasi organisasi, Merumuskan Agenda Strategis Menuju Indonesia Berkemajuan”. Rakernas sendiri dilaksankan pasca Muktamar di Jakarta tahun lalu.


Muhammad Khairul Huda selaku Ketua Umum IPM menjelaskan , “Ada tiga agenda pokok yang dibahas dalam rakernas, yaitu penyampaian visi misi selama dua tahun kedepan. Kedua, menyiapkan isu strategis pelajar Muhammadiyah. Dan yang terakhir adalah agenda aksi bersama” ujarnya Ahad (1/3).


Agenda aksi sendiri meliputi menjadikan IPM sebagai rumah kreatif. Pertama, memproduksi wacana keilmuan baca tulis, lawan korupsi, narkoba, rokok. Kedua, Memanfaatkan sosial media. di Indonesia pengguna sosial media mencapai 36 juta, IPM memanfaatkannya untuk memasifkan wacana-wacana yang berkembang. Ketiga, digitalisasi dan androidisasi media. IPM mempunyai beberapa panduan kepenulisan, dakwah pelajar, advokasi, gender. Itu akan kita buat dalam bentuk android, PDF sehingga bisa disebarluaskan ke pelajar seluruh Indonesia.


Keempat adalah aksi kreatif dan bermakna. Bentuk produknya seperti yang dilakukan oleh IPM Jember yang melakukan aksi dengan naik sepeda dari Jember ke Jakarta untuk mengkampanyekan anti korupsi.


Dan yang terakhir internasionalisasi gerakan. IPM sendiri pernah mendapat penghargaan sebagai organisasi terbaik se Asia Tenggara. Puncaknya IPM akan mengadakan konferensi pelajar se dunia untuk bersama duduk membawa isu perdamaian. Seperti isu-isu di Timur Tengah banyak korban konflik diberitakan namun para pelajar yang juga menjadi korban jarang diberitakan oleh media.


IPM memiliki tingkat struktur yang meliputi ranting sekolah, desa, panti asuhan, masjid kemudian naik menjadi cabang setingkat Kecamatan. Kemudian daerah meliputi Kotamadya atau Kabupaten dan wilayah setingkat Provinsi. Sedangkan batasan umur anggota dari 18 tahun sampai 24 tahun.


Di Indonesia jumlah anggota IPM sendiri mencapai 210 ribu. Dalam perjalannanya IPM sempat berubah menjadi IRM (Ikatan Remaja Muhammadiyah) karena dulu dijaman orde baru organisasi sekolah hanya ada satu yaitu OSIS. Namun di tahun 2008 di Solo berubah lagi menjadi IPM.





Like Fanpage kami :

Monday, March 2, 2015

Post a Comment
close