Putranya Menghilang Gabung Militan, Warga Saudi Didenda SR3.000 dan Dibui

Berita Internasional Update

Pria itu sebelumnya pernah membuat janji tertulis kepada pihak berwenang, yang isinya janji untuk menjaga putranya dan melarang anaknya itu bergabung dengan militan.




Hidayatullah.com—Sebuah pengadilan khusus di Arab Saudi telah menjatuhkan hukuman denda dan kurungan atas seorang pria yang tidak melaporkan kehilangan putranya, yang kemudian diketahui bergabung dengan kelompok militan.


Pria Saudi itu didenda SR3.000 dan dihukum penjara 3 tahun, karena tidak melaporkan tentang anak laki-lakinya yang pergi meninggalkan rumah, kemudian diketahui bergabung dengan kelompok bersenjata pelaku serangan atas petugas perbatasan Saudi di Wadia di mana 2 petugas polisi tewas.


Pria itu sebelumnya pernah membuat janji tertulis kepada pihak berwenang, yang isinya janji untuk menjaga putranya dan melarang anaknya itu bergabung dengan militan.


Polisi menemukan materi-materi terlarang di dalam komputer putra dari pria tersebut. Dia juga dituduh memiliki senjata tanpa izin.


Pihak kejaksaan menuding anak laki-laki itu bergabung dengan kelompok bersenjata pelaku serangan atas penjaga perbatasan disebabkan oleh kelalaian orangtua karena tidak mengurus putranya itu dengan baik. Pria itu juga dituduh memiliki senjata berupa sebuah senjata api buatan Belgia dan Kalasnikov, serta 227 peluru.


Pengadilan mengeluarkan putusan awal untuk memenjarakan pria itu selama tiga tahun potong masa tahanan, di mana enam bulannya merupakan hukuman atas kejahatan siber.


Anak laki-laki dari pria itu melakukan serangan atas penjaga perbatasan di Sharourah, Najran, pada 5 Nopember 2012. Akibatnya, petugas bernama Hussein Al-Hamandi dan Muhammad Hassan Munie terbunuh.


Menyusul peristiwa itu pihak keamanan kemudian menangkap 11 militan, 10 merupakan warga Saudi dan 1 warga Yaman, yang berusaha melarikan diri ke Yaman. Empat di antara mereka mengalami luka parah akibat baku tembak dengan petugas keamanan.*






Like Fanpage kami :

Monday, March 2, 2015

Post a Comment
close