Venezuela Batasi Jumlah Diplomat Amerika

Berita Internasional Update

Maduro mengatakan campur tangan AS yang telah memaksanya mengambil kebijakan baru itu.




Hidayatullah.com—Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengumumkan kebijakan untuk membatasi jumlah diplomat Amerika Serikat yang diperbolehkan bekerja di negaranya.


Dilansir BBC Ahad (1/3/2015), Maduro mengatakan ingin mengkaji ulang dan mengurangi jumlah staf diplomatik Amerika.


Selain itu, warganegara AS yang mengunjungi negara Venezuela juga harus memiliki visa. Venezuela akan menarik biaya visa dari orang Amerika sebesar seperti yang dibayar warga Venezuela yang ingin pergi ke AS.


Maduro mengatakan dan akan ada daftar nama politisi AS yang dilarang memasuki wilayah negara Amerika Latin itu. Mereka adalah politisi yang telah melakukan pelanggaran HAM dan mendukung terorisme terutama di Iraq dan Suriah. Termasuk dalam daftar itu adalah George W. Bush, Dick Chaney, Bob Menendez dan Marco Rubio.


Maduro mengatakan campur tangan AS yang telah memaksanya mengambil kebijakan baru itu.


Presiden Venezuela itu mengatakan pemerintah AS memiliki 100 pegawai yang bekerja di Venezuela, padahal Venezuela hanya memiliki 17 staf di AS.


Bulan ini AS menerapkan pembatasan visa atas sejumlah pejabat Venezuela yang tidak disebutkan namanya, yang dituding Washington telah melakukan pelanggaran HAM serta korupsi.


Daftar pejabat Venezuela yang dilarang masuk wilayah AS itu diperluas hingga mencakup anggota keluarganya.


Presiden Maduro menuduh AS bekerjasama dengan kelompok-kelompok oposisi Venezuela untuk melakukan kudeta, termasuk pemboman istana kepresidenan.


Washington menolak tudingan itu dengan mengatakannya sebagai tuduhan menggelikan.


Lima tahun terakhir kedua negara tidak saling mengirimkan duta besarnya.*






Like Fanpage kami :

Monday, March 2, 2015

Post a Comment
close