Kemenaker Tak Peduli, Ribuan Pekerja Asal China Masuk ke Indonesia

sharia.co.id – Secara diam-diam, ribuan pekerja asal China sudah tiba di Banten dan Papua. Hal yang sangat mengejutkan tengah menghantui masyarakat Indonesia, pasalnya saat ini tercatat ribuan pekerja dari Cina berasal dari “kasta” yang paling rendah dan tidak terdidik datang memenuhi tanah air.

Kalangan DPR mulai geram dengan masuknya tenaga kerja asal China ke Indonesia. Salah satunya anggota Komisi IX Ali Taher Parasong yang menilai pemerintah sudah lalai melakukan pengawasan.

“Hal ini tidak boleh terjadi, karena sama saja kita sudah menutup keran untuk tenaga kerja kita sendiri di Indonesia,” kata Taher, Kamis (25/6).

Taher meminta pemerintah lebih tegas untuk melakukan proteksi terhadap tenaga kerja di dalam negeri.

“Harus lindungi tenaga kerja kita. Itu sudah kewajiban pemerintah karena sudah diatur dalam UU 39 tentang Tenaga Kerja,” katanya.

Dengan begitu, ia mendesak agar direvisi UU tenaga kerja agar tenaga kerja Indonesia dapat dilindungi.

“Tugas pemerintah menyediakan lapangan perkerjaan untuk warga Inonesia. Jika tenaga kerja dari luar negeri bagaimana bisa kita melindungi tenaga kerja kita,” kata Taher.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengungkapkan, masuknya tenaga kerja asing ke Indonesia memiliki syarat yang diatur oleh UU. Sebagai pengawas, Kemenaker harus memastikan proses masuknya tenaga kerja asing sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Mereka sudah punya izin rekruitment apa tidak, kualifikasinya apa, tenaga kasar atau tenaga ahli, bisa berbahasa Indonesia atau tidak, apakah tidak bisa untuk menggunakan tenaga lokal dan lain sebagainya,” tegasnya.

Ia mendesak agar Kemenaker tidak tinggal diam atau terkesan tak peduli. Sebab jika dibiarkan bisa berpotensi konflik dengan para calon tenaga kerja Indonesia yang sedang membutuhkan pekerjaan yang sama.

Seperti diketahui sejak beberapa waktu lalu tenaga kerja kasar asal China datang bergelombang ke Bayah, Pandeglang, Banten. Selain itu juga ada yang berdatangan ke Papua dan jumlahnya mencapai ribuan orang.

Menurut kabar, para pekerja dari China tersebut merupakan kelompok yang jarang bisa baca tulis. Dalam kesehariannya mereka berdialog menggunakan bahasa China dan tidak memiliki etika, kesopanan dan berasal dari “kasta” yang paling rendah dan tidak terdidik. Kelompok ini memiliki kebiasaan untuk buang air besar dan kecil sembarangan tanpa pernah merasa malu.

Ribuan warga China tersebut bukan hanya akan memperparah jumlah pengangguran di Indonesia, namun juga berpotensi buruk bagi keamanan Negara Indonesia. Dengan kata lain, jika semakin lama dibiarkan China bisa menjajah Indonesia, seperti yang sempat ditakutkan oleh Presiden Cina Xi Jinping terhadap para aktivis muslim Uighur di negaranya.(dbs)

from Sharia/Pusat Media Islam



from
via Pusat Media Islam
Like Fanpage kami :

Friday, June 26, 2015

Post a Comment
close