Kongres Uighur: Dunia Diam Saat Kejahatan Terhadap Muslim Uighur Masih Berlangsung

copyright_aabadoluajansi_2015_20150630212046KAYSERI, muslimdaily.net – The World Uyghur Congress melaporkan larangan berpuasa bagi Muslim dan menuduh Beijing melakukan “perang tanpa nama melawan Muslim dan Islam.”

“Sayangnya dunia masih diam,” kata Wakil Presiden Kongres Seyit Tumturk kepada Anadolu Agency pekan ini.

Menurut laporan media internasional, negara China melarang Ramadhan di bagian Daerah Otonomi Uyghur Xinjiang bagi umat Islam, PNS, siswa dan guru muslim.

Tumturk adalah satu-satunya wilayah Muslim di dunia yang masyarakatnya dilarang berpuasa Ramadhan.
Upaya mengontrol puasa tahun ini bukan yang pertama kali dilakukan negara.

“Tahun lalu juga sama,” tegasnya. “Sekitar 3000 Uighur diserang pada hari pertama puasa Ramadhan ketika mereka turun ke jalan memprotes larangan.”

Dia menuduh China menantang dunia dengan melakukan “kekerasan” dan “tekanan psikologis” terhadap rakyat “Turkistan Timur.”

Banyak orang Turki merujuk Daerah Otonomi Xinjiang sebagai Turkestan Timur. Xinjiang adalah rumah bagi banyak kelompok etnis minoritas, termasuk orang-orang Uighur Turki.

Mereka percaya bahwa Uighur ada di antara sejumlah suku Turki yang mendiami wilayah tersebut, dan menganggap wilayah itu sebagai bagian dari Asia Tengah, bukan China.

“China melaksanakan kebijakan asimilasi sistematis selama 66 tahun, ketika menginvasi Turkistan Timur,” kata Tumturk, menambahkan bahwa Beijing telah menindas Uighur selama beberapa dekade, mencegah mereka melakukan praktek keagamaan dan kebudayaan mereka, “sementara dunia hanya diam.”

Dia mengkritik Organisasi Kerjasama Islam (OKI) karena tidak bertindak terhadap “kekejaman China.”

from Muslimdaily/Pusat Media Islam



from
via Pusat Media Islam

Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat

Wednesday, July 1, 2015

Post a Comment
close