Perawat Australia yang Dipaksa Bantu ISIS di Suriah akan Ditangkap

australia-police
PERAWAT Australia yang mengaku dipaksa untuk membantu ISIS di Suriah diperkirakan akan ditangkap oleh polisi Australia menyusul kembalinya ke negara itu Jumat kemarin.

Adam Brookman, warga Melbourne dan ayah dari lima anak, dilaporkan melakukan perjalanan ke Suriah pada awal tahun 2014 untuk menawarkan keterampilan medisnya guna membantu orang-orang di negara yang dilanda konflik tersebut.

Setelah kembali ke Australia, Brookman kemungkinan akan menghadapi tuduhan di bawah hukum yang disahkan tahun lalu yang melarang warga negara Australia melakukan perjalanan ke Irak Mosul dan provinsi Raqqah Suriah, kecuali mereka memiliki “tujuan yang sah” untuk berada di sana.

Polisi Federal Australia (AFP) menegaskan Jumat kemarin (24/7/2015) bahwa mereka telah mengatur kembalinya Brookman, yang menghadapi beberapa penyelidikan namun belum dikenakan setelah secara sukarela menyerahkan diri kepada AFP.

“Jika ada bukti warga Australia telah melakukan tindak pidana berdasarkan hukum Australia saat terlibat dalam konflik di Suriah dan Irak, mereka akan dikenakan dakwaan dan dibawa ke pengadilan,” ABC News mengutip pernyataan seorang juru bicara AFP.

Pengacara yang mewakili Brookman telah bernegosiasi dengan AFP tentang kedatangannya sejak April lalu.

Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop menolak untuk memberikan rincian tentang kasus tersebut, namun mengatakan lembaga penegak hukum dan intelijen menganggap Brookman orang yang menarik.

“Setiap warga Australia yang berada di provinsi Al-Raqqah di Suriah atau di Mosul di Irak tanpa alasan yang sah berarti telah melakukan pelanggaran terhadap hukum Australia dan setiap Australia yang mengangkat senjata bersama dengan organisasi-organisasi teroris atau berperang di luar negeri berarti melakukan kejahatan melawan hukum Australia,” kata menlu seperti dikutip The Australian.[fq/islampos]


islampos mobile :



Yuk Share :

Redaktur: Al Furqon

from Islampos



from
via Pusat Media Islam
Like Fanpage kami :

Friday, July 24, 2015

Post a Comment
close