Warga Palestina Hapus Gambar Bendera Pelangi di Tepi Barat

 Bendera Pelangi di Tepi Barat


Bendera Pelangi di Tepi Barat

TEPI BARAT, muslimdaily.net – Demonstran warga Palestina, Senin (29/06), menghapus lukisan bendera pelangi di enam dinding pemisah di Tepi Barat yang sebelumnya digambar oleh seniman Palestina Khaled Jarrar. Semula, Khaled Jarrar menggambar bendera pelangi dengan tujuan mengingatkan tentang penjajahan Israel.

Khaled Jarrar menyatakan, karya seninya bertujuan mengingatkan bahwa ada penjajahan Israel melalui lukisan bendera pelangi.

Namun hal itu dipandang lain oleh warga Palestina. Warga Palestina melihat lukisan itu merupakan bentuk dukungan terhadap homoseksual.

Homoseksual merupakan perkara tabu di masyarakat Palestina. Kaum gay tidak diterima di tengah-tengah mereka. Lukisan itu pun menyulut kemarahan rakyat Palestina.

Warga Tepi Barat menghapus lukisan itu pada Senin malam. Hanya beberapa jam, setelah lukisan itu diselesaikan. Lukisan itu terletak di tempat yang strategis yaitu di dinding pembatas, bersebelahan dengan foto Yasser Arafat dan beberapa tokoh Palestina.

Jarrar, 39, yang sering mengadakan pameran di Eropa dan AS mengatakan kepada Associated Press pada Selasa, “perusakan ini pertanda hilangnya toleransi dan kebebasan di masyarakat Palestina.”

“Masyarakat tidak bisa menerima perbedaan pendapat”, ujarnya.

Sementara menurut salah seorang warga Tepi Barat, Muhammada al-Amleh, 46 tahun, ia menyetujui aksi ini dengan mengatakan, “lukisan bendera pelangi di kamp pengungsi Palestina ini merupakan hal yang sangat memalukan sekali.”

Kaum Gay Palestina cenderung tertutup terhadap kehidupan sosial mereka dan beberapa dari mereka menyeberang ke Eropa untuk keselamatan sendiri. Tahun 1951, Yordania melarang homoseksual. Hukum ini juga berlaku di Tepi Barat. Gaza juga menerapkan hukum ini sejak bebas dari penjajahan Inggris tahun 1936.

Sementara itu, Israel lebih ramah terhadap kaum homoseksual. Israel adalah tujuan utama wisata kaum homoseksual. Kondisi yang kontras dengan negara-negara Timur Tengah dimana kaum homoseksual dibunuh atau dieksekusi. Lebih dari 100.000 orang homo mengikuti parade di Tel Aviv.

Pernikahan sejenis akan dikenakan hukuman mati di Iran, Mauritania, Saudi Arabia, Sudan dan Yaman. [Zaki Setiawan]

from Muslimdaily/Pusat Media Islam



from
via Pusat Media Islam
Like Fanpage kami :

Wednesday, July 1, 2015

Post a Comment
close