Adian Husaini: Buku PKN Tafsirkan Pancasila Secara Sekuler

adian husaini (2)

PERAN serta umat Islam sangat besar dalam merumuskan konsep negara Indonesia. Tokoh-tokoh Islam seperti Buya Hamka dan Muhammad Nastsir secara brilian memasukkan unsur tauhid dalam Pancasila.

Demikian dikatakan Cendekiawan Muslim Adian Husaini dalam bedah buku “Jalan tengah Demokrasi” di Hotel Gren Alia Cikini, Selasa (18/8/2015).

Adian menilai, unsur-unsur Islami dalam Pancasila bisa dilihat dari istilah adil, adab, dan hikmah. Ketiga istilah ini hanya akan ditemui dalam literatur Islam.

“Kalau konsep Pancasila ini sekuler seharusnya bunyi silanya Kemanusiaan yang berbudaya,” ujar penulis buku “Pancasila Bukan Untuk Menindas Hak Konstitusional Umat Islam” ini.

Problemanya, kata Adian, pemaknaan Islami atas pancasila tak ditemukan dalam buku pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) saat ini. Makna Pancasila yang sebenarnya sarat dengan nilai-nilai Islam kini bergeser menjadi sekuler. Penafsiran inilah yang harus diisi oleh umat Islam.

“Ada ruang yang bisa kita buat dengan maksimal,” saran Adian.

Namun Adian menegaskan, Pancasila tidak bisa menjadi pandangan hidup orang Islam. Adian menyarankan kepada pemerintah agar Pancasila tak boleh mengintervensi akidah dan amal umat Islam. Jika Pancasila dipaksakan menjadi pedoman hidup, maka akan berbenturan dengan Islam.

“Agama itu pedoman, Pancasila  itu sebagai Gentlemen’s Agreement. Pancasila harus diletakkan pada tempatnya.” [rn/Islampos]


islampos mobile :



Yuk Share :

Redaktur: Rayhan

from Islampos



from
via Pusat Media Islam
Like Fanpage kami :

Tuesday, August 18, 2015

Post a Comment
close