Dua WNI Jadi Korban, Presiden Jokowi Kecam Pengeboman Bangkok

Presiden Jokowi menyatakan Indonesia siap membantu jika pemerintah Thailand meminta bantuan untuk menangkap para pelaku pengeboman di Bangkok.

Dream – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengecam aksi pengeboman yang terjadi di Kuil Erawan, Bangkok, Thailand, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-70. Jokowi bahkan menyebut secara tegas aksi tersebut merupakan terorisme.

“Terorisme adalah musuh besar kemanusiaan,” tulis Jokowi dua jam lalu dalam akun resmi Facebook Presiden Joko Widodo, seperti diakses Dream pada Rabu, 19 Agustus 2015.

Insiden tersebut menelan sebanyak 20 orang tewas ratusan korban mengalami luka-luka. Sebanyak dua Warga Negara Indonesia (WNI) dilaporkan turut menjadi korban dalam insiden tersebut.

“Terorisme harus kita lawan karena ia mengingkari hak hidup orang lain,” ungkap Jokowi.

Menurut Jokowi, Indonesia memiliki sejumlah pengalaman pahit sebagai korban terorisme. Atas dasar itu, Jokowi meminta Pemerintah Thailand segera menangkap para pelaku pengeboman tersebut.

“Sebagai bangsa yang juga beberapa kali menjadi korban terorisme, kita berharap Pemerintah Thailand segera bisa menangkap pelakunya. Dan kalau diminta, Indonesia pun siap membantu,” tegas Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi mengatakan Indonesia tengah berduka atas insiden ini dan mendoakan keluarga korban tetap tabah dan kuat. “KBRI di Bangkok mengurus dan terus memantau perkembangan di sana,” ungkap dia.

Pada Selasa, 18 Agustus 2015 kemarin, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melaporkan dua WNI yang menjadi korban tersebut adalah pasangan suami istri Hermawan Indradjaja-Lioe Lie Tjing. Hermawan mengalami luka parah dan saat ini dirawat di Rumah Sakit Huai Chiew, sementara Lioe meninggal di Rumah Sakit Kepolisian setempat.

Pasangan WNI ini tengah berlibur ke Bangkok bersama beberapa anaknya. Anak-anak mereka selamat lantaran pergi ke pusat perbelanjaan dan tidak bersama orangtuanya saat insiden terjadi.

Tim Kedutaan Indonesia di Bangkok bergerak cepat melacak kemungkinan adanya WNI lain yang turut menjadi korban. Retno menerangkan, tim tersebut mendatangi 15 rumah sakit yang ada di Bangkok.

Suka artikel ini ?

RELATED NEWS

from dream/Pusat Media Islam



from
via Pusat Media Islam
Like Fanpage kami :

Tuesday, August 18, 2015

Post a Comment
close