Menteri Pendidikan Mesir Larang Jilbab di Sekolah Dasar

KIBLAT.NET, Kairo – Juru bicara Kementerian Pendidikan Mesir membantah pemerintah telah menerapkan larangan jilbab di sekolah-sekolah untuk anak-anak yang belum mencapai baligh, menurut laporan di media Al-Ahram.

Menteri Pendidikan Mesir, Moheb Al-Refaei menyatakan pada Sabtu malam (15/8) bahwa anak-anak tidak akan diizinkan untuk memakai jilbab (jilbab) di sekolah.

Dalam sebuah wawancara yang diberikan oleh Menteri Pendidikan, ia mengatakan bahwa Islam tidak memerlukan perempuan mengenakan jilbab sampai mereka mencapai pubertas, demikian menurut laporan Youm7.

Namun, Menteri tidak menjelaskan kapan larangan ini akan berlaku dan apakah itu akan berlaku untuk semua tingkatan tahun atau kelas di Mesir. Selain itu, itu tidak dijelaskan apakah larangan akan berlaku untuk sekolah swasta.

Pada Ahad malam (16/8), Juru bicara Kementerian Pendidikan Mesir kepada Ahram Online dan koran Al-Ahram mengatakan, tidak ada larangan seperti itu yang diterapkan meskipun Menteri berkomentar demikian. Juru bicara tersebut menyatakan bahwa komentar menteri itu hanya pendapatnya sendiri.

Dia menegaskan masyarakat memiliki kebebasan untuk memakai jilbab sesuai pilihan untuk melakukannya.Namun, juru bicara itu tidak menjelaskan, apakah Kementerian akan menerapkan komentar Menteri di masa depan.

Awal tahun ajaran baru akan dimulai pada bulan September.

Seragam menjadi masalah di sekolah setelah Kementerian Mesir Pendidikan menyebut ada seorang kepala sekolah menghadapi penyelidikan setelah ia ditemukan mengenakan jalabiya (pakaian tradisional Mesir sering dipakai di daerah pedesaan).

Selama inspeksi mendadak ke sebuah sekolah di Gubernuran Sharqiya, Gubernur Sharqia Reda Abdel Sallam meminta kepala sekolah SD dan guru untuk diselidiki setelah mereka ditemukan mengenakan ‘pakaian yang tidak tepat’.

Di televisi, Menteri Al-Refaei membahas masalah ini, menyatakan bahwa Kementerian tidak bermaksud menghina atau mempermalukan guru, tapi itu harus ada tingkat tertentu profesionalisme di sekolah di seluruh Mesir.

Untuk memastikan guru dapat mematuhi seragam yang tepat, Menteri diusulkan agar menyediakan pakaian untuk guru dengan harga bersubsidi.

Menteri juga berjanji bekerja untuk menaikkan gaji guru di seluruh Mesir.

Kontroversi baru-baru ini meletus setelah beberapa restoran, klub, pantai dan kolam renang ditemukan melarang perempuan mengenakan jilbab. Menanggapi kemarahan, Menteri Pariwisata Mesir telah mengumumkan bahwa setiap restoran atau fasilitas pariwisata yang ditemukan melarang jilbab akan ditutup.

Sumber: Worldbulletin
Penulis: Qathrunnada

(Kiblat/Pusat Media Islam



from
via Pusat Media Islam
Like Fanpage kami :

Wednesday, August 19, 2015

Post a Comment
close