Dalam Sebulan, RI Impor Minyak dari Singapura Rp 10 Triliun




Jakarta -Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Indonesia mengimpor minyak dari beberapa negara di ASEAN. Jumlahnya mencapai 1.971.419.559 kg dengan nilai US$ 974.622.837 selama September 2015.

Jumlah terbanyak berasal dari Singapura 1.496.151.057 Kg, nilainya mencapai US$ 751.699.194 atau sekitar Rp 10 triliun lebih dengan kurs Rp 13.500/US$.

Demikian dikatakan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Sasmita Hadi Wibowo, saat ditemui di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Kamis (15/10/2015).

"Impor migas kebanyakan dari Singapura," ujar dia.

Selain Singapura, Indonesia juga mengimpor minyak dari Thailand sebanyak 3.293.441 kg, nilainya mencapai US$ 3.764.847 sepanjang September 2015.

Disusul Malaysia 471.940.707 kg, nilainya US$ 219.074.716, Filipina 33.994 kg, nilainya US$ 82.726, Brunei Darussalam 1 kg, nilainya US$ 4, dan Vietnam 359 kg, nilainya US$ 1.350.

Secara akumulatif, yaitu periode Januari-September 2015, Indonesia telah mengimpor minyak dari negara ASEAN sebanyak 17.709.331.243 kg, nilainya US$ 10.211.521.779.

Posisi tertinggi impor minyak berasal dari Singapura 12.017.271.187 kg, nilainya US$ 7.197.090.274. Disusul Thailand 49.138.620 kg, nilainya US$ 48.501.144, Malaysia 5.480.059.160 kg, nilainya US$ 2.889.164.497, Filipina 1.062.393 kg, nilainya US$ 2.979.251, Brunei Darussalam 161.742.055 kg, nilainya US$ 73.683.383, dan Vietnam 57.828 kg, US$ 103.230.
Like Fanpage kami :

Sunday, October 18, 2015

Post a Comment
close