Kumandang Jihad-Intifadah Terus Bergelora di Yerusalem


YERUSALEM - Rezim Zionis-Israel mulai kewalahan menghadapi gelombang jihad dan “INTIFADAH” di Yerusalem dan Tepi Barat. Dengan batu, pisau, dan pisto warga membunuhi orang-orang Yahudi, dan tentara Zionis. Perdana Menteri Zionis-Israel sangat panik, dan melakukan kabinet darurat membahas situasi di Yerusalem dan Tepi Barat.
Sekarang rezim Zionis mendirikan pos-pos pemeriksaan di daerah Palestina dari Yerusalem Timur yang diuduki, karena gerakan INTIFADAH membludak, dan tidak lagi dengan senjata tentara pasukan Zionis. Mereka terus maju, dan setiap ada Muslim Palestina yang tewas, kemudian jenazahnya diarak oleh ribuan warga Muslim Palestina. Ini yang membuat gerakan INTIFADAH semakin bersemangat.

Zionis-Israel berusaha meghentikan gelombang serangan yag dilakukan para pemuda Palestina, tapi tidak digubris. Muslim Palestina bertekad terus berjuang melawan rezim Zionis, sampai mereka pergi dari Yerusalem, dan tidak lagi mengotori tempat suci umat Islam, al-Aqsha. Al-Aqsha tidak boleh dibiarkan dikotori oleh Yahudi najis, dan harus pergi dari tempat suci umat Islam, yaitu al-Aqsha.

Sementara itu, seeorang juru bicara polisi mengatakan pos pemeriksaan sedang didirikan di pintu keluar dari desa-desa Palestina dan lingkungan di Yerusalem Timur". Pasukan dan pemerintah Zionis berusaha menutup semua akses yang dapat masuk ke Yerusalem. Sehingga, tidak memungkinkan lagi warga Palestina pergi ke Yerusalem.
Rezim Zionis juga mulai menyebarkan pasukan elite militernya dari markas-markas mereka di berbagai kota di Israel, setidaknya Zionis telah memerintahkna pasukan elite yang ada di enam markasnya ke Yerualem, dan menandai keputusan rapat Kabinet, sebagai implementasi pertama dari langkah-langkah oleh kabinet keamanan Israel yang bertujuan melawan serangan yang telah ditingkatkan secara dramatis dalam beberapa hari terakhir ini.

Rapat kabinet berlangsung hingga larut malam dan mengumumkan langkah-langkah awal, bahwa termasuk memungkinkan polisi untuk menutup semua akses masuk dari berbagai wilayah di wilayah yang dihuni oleh warga Palestina. Sementara itu, anak-anak muda Arab-Israel juga ikut dalam aksi INTIFADAH melawan pasukan Zionis, dan ini menambah kekacauan di Israel. Menurut laporan, tidak kurang enam warga Israel, tewas di tikam pisau dan ditembak oleh warga Palestina.

Gelombang serangan 

Hampir 30 warga Palestina tewas oleh pasukan Israel sejauh ini. Bulan Sabit Merah mengatakan bahwa sekitar 1.021 warga Palestina telah terluka oleh serangan pasukan Zionis, sebagian akibat peluru karet hidup sejak 3 Oktober.
Sebuah serangan senjata-dan-pisau di bus Yerusalem pada hari Selasa menewaskan dua orang Yahudi. Sementara itu, Israel menembak tiga warga Palestina, ketika warga Palestina menabrakkan mobilnya orang Yahudi yang nsedang berjalan kaki, kemudian keluar mobil dan membunuh Yahudi dengan pisaunaya..
Tiga penyerang dalam dua insiden berasal dari Yerusalem Timur. Hari-hari semakin meningkat kekerasan yang mulai meledak di Yerusalem Timur pada tanggal 1 Oktober, dan memperingatkan risiko INTIFADA yang ketiga, atau pemberontakan massal yang bakal dilakukan oleh seluruh rakyat Palestina.
Presiden Palestina Mahmud Abbas berusaha memulihkan ketenangan, tapi tidak digubris oleh rakyat Paelstina. Mereka terus menggelorakan jihad dan INTIFADA, dan melawan Zionis-Israel dengan batu dan pistol. Sebuah heroisme yang tanpa banding dari Muslim Palestina. Barrakallahufikum. (mashadi/aby/voa-islam.com)

Like Fanpage kami :

Wednesday, October 14, 2015

Post a Comment
close