Rizal Ramli: Sudirman Said Digaji Rakyat, Kenapa Dia Ngotot Bela Freeport?

Menko Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli curiga terhadap Menteri ESDM Sudirman Said yang terlihat bersikukuh ingin memperpanjang kontak karya PT Freeport Indonesia. Padahal, menurut Rizal, Sudirman Said harusnya mengedepankan kepentingan negara dan rakyat Indonesia.
“Saya tidak ngerti kenapa dia begitu ngotot untuk bela Freeport, bukan bela negara. Beliau itu dibayar dan digaji oleh rakyat Indonesia. Malah belain freeport bukan negara. Kita kan ingin kontrak ini bermanfaat untuk rakyat Indonesia,” kata Rizal usai melaporkan harta kekayaannya di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan (12/10).
Makanya, mantan menko perekonomian era Gusdur ini yakin jika Sudirman Said saat ini keblinger soal keputusannya untuk mempercepat proses perpanjangan kontrak perusahaan asal Amerika Serikat itu. Sebab, perpanjangan kontrak paling tidak dilakukan 2 tahun sebelum berakhir di tahun 2021.
“Ini tindakan yang melampaui menteri ESDM, karena seagai pejabat tidak bisa dia bilang itu wewenang kami. Harus ikut aturan pemerintah,” jelas Rizal kepada Kantor Berita RMOL di Jakarta.
Sesuai aturan pemerintah, tambah dia, seharusnya menteri Sudirman patuh pada peraturan pemerintah (PP) no 7 tahun 2014 terkait kegiatan usaha pertambahan mineral dan batubara yang didalamnya tertulis perpanjangan kontrak barus bisa diajukan 2 tahun sebelum kontrak berakhir. Jika kontrak Freeport berakhir tahun 2021, maka tahun 2019 baru bisa ajukan perpanjangan kontrak.
“Makanya mohon maaf, menteri ESDM ini kebelinger,” tegas mantan kepala Bulog itu.
Rizal pun menegaskan, kelakuan pejabat semacam Sudirman ini yang membuat banyak kesempatan Indonesia untuk mendapatkan keuntungan dari hasil sumber daya alamnya hilang karena disogok dan di lobi oleh perusahaan khususnya asing.
“Banyak kesempatan hilang karena pejabatnya gampang disogok dan dilobi. Ada usaha dan lobi itu (menteri Sudirman Said),”demikian Rizal.(ts/RMOL)
Like Fanpage kami :

Tuesday, October 13, 2015

Post a Comment
close