8 Hal yang Membuat Hidup Tidak Bahagia




Dalam satu ceramahnya, Ustadz Armen Halim Naro rahimahullah delapan hal penghalang kebahagiaan hidup. Kedelapan hal ini beliau ambil dari salah satu lafadz dzikir pagi dan petang, di mana kita harus berlindung dari kedelapan hal tersebut setiap pagi dan petang hari.
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ: ((دَخَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ الْمَسْجِدَ فَإِذَا هُوَ بِرَجُلٍ مِنْ الْأَنْصَارِ يُقَالُ لَهُ أَبُو أُمَامَةَ فَقَالَ: يَا أَبَا أُمَامَةَ مَا لِي أَرَاكَ جَالِسًا فِي الْمَسْجِدِ فِي غَيْرِ وَقْتِ الصَّلَاةِ ؟ قَالَ: هُمُومٌ لَزِمَتْنِي، وَدُيُونٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَالَ: أَفَلَا أُعَلِّمُكَ كَلَامًا إِذَا أَنْتَ قُلْتَهُ أَذْهَبَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَمَّكَ، وَقَضَى عَنْكَ دَيْنَكَ ؟ قَالَ: قُلْتُ: بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَالَ: قُلْ إِذَا أَصْبَحْتَ، وَإِذَا أَمْسَيْتَ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ، وَقَهْرِ الرِّجَالِ، قَالَ: فَفَعَلْتُ ذَلِكَ فَأَذْهَبَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَمِّي، وَقَضَى عَنِّي دَيْنِي)) )) رواه ابو داود
Abu Said Al-Khudhri radhiyallahu ’anhu bertutur: “Pada suatu hari Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam masuk masjid. Tiba-tiba ada seorang sahabat bernama Abu Umamah radhiyallahu ’anhu sedang duduk di sana. Beliau bertanya: ”Wahai Abu Umamah, kenapa aku melihat kau sedang duduk di luar waktu sholat?” Ia menjawab: ”Aku bingung memikirkan hutangku, wahai Rasulullah.” Beliau bertanya: ”Maukah aku ajarkan kepadamu sebuah do’a yang apabila kau baca maka Allah ta’aala akan menghilangkan kebingunganmu dan melunasi hutangmu?” Ia menjawab: ”Tentu, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda,”Jika kau berada di waktu pagi maupun sore hari, bacalah do’a:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ
”Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.” Kata Abu Umamah radhiyallahu ’anhu: ”Setelah membaca do’a tersebut, Allah berkenan menghilangkan kebingunganku dan membayarkan lunas hutangku.” (HR Abu Dawud 4/353)
Kedelapan hal tersebut adalah kebingungan dan kesedihan, kelemahan diri, kemalasan, sifat pengecut, sifat kikir, lilitan hutang, dan kesewenang-wenangan manusia atas diri kita.
Banyak manusia terjebak dalam kebingungan dan kesedihan, hal ini bahkan bisa menyebabkan trauma berkepanjangan dan tentu menghilangkan ketentraman hati dan jiwa. Banyak manusia tidak dapat menggapai kebahagiaannya karena kelemahan dirinya juga tak mampu melawan kemalasan diri. Rencana hidup sudah dibuat, namun ia tak kuasa melawan kemalasan dirinya. Hilanglah kepuasan diri dan kebahagiaan, tersia-sialah waktu, hanya tinggal penyesalan.
Terpenjara rasa kecut dan takut juga tidak kalah menyusahkannya, kecuali rasa takut akan kemurkaan Allah. Mau berencana sulit, hendak bergerak serba terbatas. Hati pun tidak tenang. Sifat kikir membuat seseorang tidak lapang hati dan terpenjara materi. Jiwa pun tidak bebas rasanya. Dikejar-kejar hutang membuat manusia tak bisa tidur tenang dan makan dengan nikmat. Jiwanya gelisah. Bahkan bisa menjerumuskan seseorang pada sikap berbohong. Hidup dibawah kesewenang-wenangan, tekanan atau dominasi orang lain juga sebuah derita, baik secara fisik maupun psikis.
Mahabenar Allah yang telah mewahyukan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam agar kita berlindung dari delapan hal tersebut di setiap pagi dan petang hari kita

Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat

Sunday, November 1, 2015

Post a Comment
close