Bagaimana Bercanda Ala Rasulullah?

Suatu ketika seorang nenek tua mendatangi Rasulullah Saw. dan berkata, "Ya Rasulullah, berdoalah kepada Allah agar Dia memasukkanku ke surga." Beliau mengatakan, "Wahai Ibu si Anu, sesungguhnya surga tidak dimasuki oleh nenek tua." Nenek tua itu pun pergi sambil menangis. Beliau mengatakan, "Kabarkanlah kepadanya bahwasannya wanita tersebut tidak akan masuk surga dalam keadaan seperti nenek tua" (HR Tirmidzi).




Di lain waktu, seseorang mendatangi Rasulullah Saw. dan berkata, "Ya Rasulullah, angkatlah saya (keatas unta)." Beliau menjawab, "Sesungguhnya kami akan mengangkatmu ke atas anak unta." Lelaki itu berkata, "Apa yang saya lakukan dengan seekor anak unta?" Beliau menjelaskan, "Bukankah unta-unta perempuan melahirkan unta-unta?" Beliau mencandai orang tersebut dengan menyebut untanya dengan anak unta karena memang semua unta adalah anak-anak dari si ibu unta. Beliau becanda dengan jujur, benar, dan bukan mengada-ada serta tidak untuk mengejek orang lain.
Muslimah yang terlalu serius dan terbebani dalam hidup dengan aneka pekerjaan yang berjibun, perlu melakukan aktivitas canda untuk mencairkan suasana. Namun, Rasulullah Saw. melarang bercanda berlebihan. Sebab, canda dan tawa berlebihan dapat mematikan hati, melupakan Allah dan negeri akhirat.

Rasulullah Saw. pernah memberikan nasehat kepada Abu Hurairah r.a. "Janganlah banyak tertawa, sesungguhnya banyak tertawa akan mematikan hati" (HR Tirmidzi). Menurut Imam Al-Mawardi, apa bila seseorang membiasakannya dan terlalu banyak tertawa, hal itu akan melalaikan dan melupakannya dari melihat hal-hal yang penting. Dan, orang yang banyak melakukannya, tidak akan memiliki wibawa dan kehormatan. [Reportaseterkini/dakwahmedia]

Sumber  : 195 Pesan Cinta Rasulullah SAW Oleh Abdillah F.Hasa

Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat

Wednesday, November 4, 2015

Post a Comment
close