Kongres HMI Rusuh gara gara jatah makan?




Kongres Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) ke XXIV yang digelar di kota Pekanbaru, Riau, dinodai aksi tidak terpuji. Ribuan mahasiswa asal Makassar berbuat onar dengan merusak fasilitas publik.

Mereka membakar kursi, merusak kaca Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Pekanbaru, memblokade jalan hingga merusak halte busway Trans Pekanbaru. Aksi ini berlangsung sejak kemarin hingga Minggu (22/11) dini hari.

Pantauan di lokasi kejadian, para mahasiswa yang berteriak menyebut 'Hidup HMI' tanpa takut melempari satu persatu kaca GOR Remaja menggunakan batu. Malah lampu-lampu yang berada di lokasi pekarangan Gelanggang Olahraga tersebut tidak luput menjadi sasaran para mahasiswa ini.

Melihat aksi brutal tersebut, Kanit Jatanras Polda Riau Kompol Melkhi Bharata meminta agar para mahasiswa berhenti melakukan aksi anarkis.

"Kalian ini mahasiswa, apalagi membawa bendera Islam. Jadi jangan coreng nama Agama Islam dengan aksi brutal kalian," ucap Melkhi dengan suara lantang.

Mendengar ucapan tersebut, ratusan mahasiswa yang berasal dari Sulawesi tersebut langsung menghentikan tindakan anarkisnya. Namun tak berapa lama kemudian, aksi anarkis kembali terjadi.

Kader HMI dari Sulawesi mengaku, aksi anarkis itu terpaksa mereka lakukan karena merasa dibohongi oleh pihak panitia. Mereka yang datang jauh-jauh dari Sulawesi, tidak mendapat penginapan bahkan jatah makan.

‘’Selain itu, kami melakukan  aksi ini karena janji Presiden membantu keberangkatan kami dari Sulselbar tidak ditepati,'' kata seorang mahasiswa lantang.

''Jika pihak panitia tidak menepati janji maka kami akan bertahan disini. Karena kami tahu panitia mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah sebesar Rp3 miliar,” ujar mereka.

Kader HMI Cabang Goa Raya, Sukur mengatakan perjalan dari Sulawesi sampai ke Pekanbaru, bukanlah  perjalanan yang singkat.

‘’Selama lima hari kami melewati lautan, kemudian dilanjutkan dengan perjalanan darat. Tapi apa yang kami dapatkan di sini?,’’ ketusnya.

Tidak hanya itu, bahkan untuk makan malam para peserta, panitia seperti tidak ada biaya. Menurutnya, Riau tidak pantas menjadi panitia kongres.

''Banyak kawan-kawan mahasiswa lain ikut menyatakan kekecewaan mereka,'' sambungnya.

HMI Korkom Makassar asal Universitas 45, M Gazali Renhoran menyebutkan pihaknya saat ini tidak akan segan untuk bertindak lebih anarkis lagi.

''Kita se Makassar datang kesini sebanyak kurang lebih 3.500 orang. Namun apa yang kita dapat di sini? Mana panitia?,'' sebutnya dengan nada marah.

Kongres HMI XXIX sendiri dibuka oleh Wapres Jusuf Kalla di Hotel Labersa Pekanbaru. Ratusan aparat kepolisian dan TNI tampak berjaga-jaga di sekitar lokasi, guna menghindari terjadinya kerusuhan lebih lanjut.(rp/afz/JPG)
Like Fanpage kami :

Sunday, November 22, 2015

Post a Comment
close