Operator Drone Negara Teroris Amerika Bunuh Anak-anak Untuk Kesenangan

press-conference (1)
Para Mantan Operator Drone Mengatakan Mereka Membunuh anak-anak Untuk Kesenangan
Para operator drone yang menimbulkan korban sipil telah mengungkapkan adanya budaya tidak berperasaan secara institusional atas kematian anak-anak dan orang-orang tak berdosa lainnya. Empat mantan operator drone mengatakan pada konferensi pers hari ini (19/11) di New York.

Para operator drone menyebutkan anak-anak dianggap sebagai teroris yang menyenangkan dan menyamakan bahwa membunuh mereka untuk “memotong rumput sebelum tumbuh terlalu tinggi” , kata salah satu operator, Michael Haas, seorang mantan pilot senior di Angkatan Udara AS.

Selain Haas, operator lainnya adalah mantan Sersan Angkatan Udara  Brandon Bryant bersama dengan mantan penerbang senior Cian Westmoreland dan Stephen Lewis.
Orang-orang itu telah melakukan misi membunuh di banyak arena utama sejak pasca-11/9 dalam perang melawan teror, termasuk misi di Irak, Afghanistan dan Pakistan.

Oktober ini, The Intercept menerbitkan  cache dokumen rahasia pemerintah yang bocor oleh whistleblower.Dalam dokumen ini terungkap bagaimana program membunuh manusia berdasarkan data intelijen yang tidak dapat diandalkan. Sebagian besar orang yang tewas dalam kampanye militer di Afghanistan bukan target yang diinginkan  dan militer secara standar melabeli para  non-target yang tewas dalam kampanye militer sebagai musuh bukan sebagai warga sipil.

Dalam surat terbuka kepada Obama, para mantan pilot pesawat tak berawak itu mengungkapkan hal yang sama. Mereka menulis selama mereka menjadi operator, mereka mulai menyadari banyak warga sipil tak berdosa yang mereka bunuh hanya memicu perasaan kebencian.

Hal ini  mendorong terorisme dan munculnya kelompok-kelompok seperti ISIS. Tindakan amerika ini sebagai salah satu kekuatan pendorong yang paling dahsyat untuk bangkitnya terorisme dan destabilisasi di seluruh dunia. Drone membunuh banyak orang, bukan hanya orang yang menjadi target, kata Bryant.
Like Fanpage kami :

Saturday, November 28, 2015

Post a Comment
close