Tobat, Eva Arnaz bakar dan hancurkan semua "film panas"nya di rumah



Aktris tahun '80an, Eva Arnaz kini telah mengalami perubahan yang cukup drastis dalam penampilan dan pandangan hidupnya. Jika dulu tahun '80an ia dikenal sebagai sosok yang selalu bermain film panas, kini ia mengenakan hijab syar'i dan berhenti bermain film sejenis itu.
Meskipun begitu, hingga kini tak jarang film-film Eva di masa lalu diputar ulang di stasiun televisi. Menanggapi hal itu, wanita berusia 57 tahun ini merasa hatinya remuk dan sedih bukan main. Ia bahkan mengaku kini sudah menghancurkan semua koleksi film-nya di rumah.
"Film (panas) diputar saya ngejerit, karena dosa berjalan terus, kalau bener tobat, Insya Allah bisa. Semua koleksi film saya yang di rumah saya ancurin semua, saya bakar. Saya sempat minta tolong ke produser untuk tidak lagi memutar film-film saya. Tapi itukan nggak mungkin begitu saja bisa diterima produser, tapi saya tetap berusaha agar film itu tidak diputar lagi," ujar Eva ketika ditemui di acara Expo Pekerja Seni di gedung Smesco, Gatot Subroto, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Meski gara-gara tak ada lagi pemasukan dari karir bermain film, namun hal itu malah disyukuri oleh wanita yang kerap muncul di tayangan Warkop DKI ini. Ia bahkan bersyukur bisa mendapat uang hasil jerih payah usaha lain seperti jualan lontong yang kini tengah ia tekuni.

"Justru asik nggak dikasih harta dari main film. Tawaran main film masih ada, malahan pas saya berkerudung masih ditawarin. Tapi saya mikir lagi saya pasti dimarahin sama ulama. Akhirnya saya tolak. Justru saya merasakan jadi orang paling beruntung. Saya punya duit dari hasil saya jualan lontong, perbedaan lain, nikmatinya nggak bisa dibandingkan dengan main film honornya bisa beli rumah walaupun keringat dari kepala sampai ujung kaki," sambung Eva.
Eva tak lupa bercerita mengenai awal mula ia memutuskan untuk tobat dari film-film dewasa yang sempat membesarkan namanya. "Lima film (terakhir) Perawan Metropolis, Barang Titipan, Rosana. Alhamdulillah setelah itu saya bertemu dengan orang-orang yang soleh dan tidak main lagi. Ngucur (nangis) saat melayani pembeli, itu nikmat bener," pungkasnya. (merdeka/dakwahmedia)
Like Fanpage kami :

Tuesday, November 24, 2015

Post a Comment
close